INVERSI.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membuka peluang magang kerja bagi masyarakat, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri seperti Jepang. Program ini menjadi salah satu strategi untuk menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut Yuliani Siregar mengatakan, kesempatan magang tersebut terbuka bagi warga yang ingin meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas pengalaman kerja.
“Program magang ada di dalam negeri dan ada ke luar negeri, yakni ke Jepang. Kesempatan ini kita buka untuk mengurangi angka pengangguran di Sumut,” ucap Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut Yuliani Siregar di Medan, Kamis.
Ia menjelaskan, program magang ke Jepang merupakan hasil kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang. Program tersebut digelar dua kali dalam setahun, yakni pada April dan September, dengan kuota masing-masing 200 peserta di setiap gelombang.
“Pendaftaran untuk gelombang di April telah dibuka dan bisa dilakukan secara langsung mendaftar di Kantor Disnaker Sumut,” kata dia.
Peserta yang mendaftar akan melalui tahapan seleksi yang mencakup kemampuan akademik seperti matematika, kesiapan fisik, serta kemampuan dasar bahasa Jepang.
“Untuk magang kerja melalui seleksi, kami tidak memungut biaya apa pun, baik saat pengujiannya maupun pelatihannya nanti,” katanya.
Setelah dinyatakan lolos di tingkat pusat oleh Kementerian Ketenagakerjaan, seluruh biaya keberangkatan ke Jepang akan ditanggung oleh perusahaan penerima magang.
Selain jalur resmi melalui pemerintah, masyarakat juga bisa mengikuti program magang Jepang lewat 40 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di Sumut. Namun, hanya 11 LPK yang memiliki izin resmi untuk memberangkatkan peserta ke Jepang.
“Melalui jalur ini, peserta menanggung biaya sendiri sebesar Rp42 juta mencakup biaya keberangkatan, pelatihan, dan kemahiran bahasa Jepang,” katanya.
Di sisi lain, program magang nasional di dalam negeri juga menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yang mulai berjalan sejak 2025. Program tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.
Di Sumatera Utara, tercatat sebanyak 2.800 tenaga kerja telah terserap di berbagai perusahaan dan rumah sakit melalui program tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, jumlah angkatan kerja pada Februari 2025 mencapai 8,108 juta orang atau meningkat 108 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 7,69 juta orang, naik 107 ribu orang dari Februari 2024.
“Untuk mengikuti program ini, pencari kerja bisa mendaftar melalui aplikasi milik Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu maganghub.kemenaker.go.id,” katanya.
Setelah mendaftar, peserta akan mengikuti proses seleksi oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka yang lolos akan diumumkan dan ditempatkan di perusahaan yang terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).
“Yang lolos akan bekerja di perusahaan sudah ditentukan selama enam bulan, dan seluruh biaya magang ditanggung oleh negara. Setelah itu, kita berharap dia bisa tetap melanjutkan bekerja di perusahaan tersebut,” kata Yuliani.
Program ini diharapkan menjadi peluang emas bagi generasi muda Sumut untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan kerja, serta memperbesar peluang karier di tingkat nasional maupun internasional.