INVERSI.ID – Pemerintah terus memperkuat upaya deteksi dini kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), termasuk menyasar komunitas ojek online (ojol). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara untuk memastikan masyarakat tetap sehat dan produktif.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa program CKG merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin hak layanan kesehatan bagi seluruh warga.
“CKG ini dilakukan atas niat mulia dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan sebetulnya Undang-Undang Dasar 45 kaitannya bahwa memang setiap warga negara berhak untuk mendapatkan layanan kesehatan,” kata Menekraf Riefky saat meninjau pelaksanaan CKG di kantor Gojek di Jakarta Selatan, Rabu.
Menurut Riefky, pengemudi ojol memiliki intensitas kerja tinggi yang menuntut kondisi fisik prima. Aktivitas harian yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan kilometer membuat mereka perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mencegah risiko penyakit.
“Teman-teman ojol ini kita tahu mungkin mulai dari pagi hari kembali malam hari, berkeliling bisa puluhan bahkan ratusan kilo per hari, fisiknya harus prima. Jadi memang harus juga kita terus waspada deteksi dini,” tutur dia.
Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, program CKG telah diikuti sekitar 70 juta masyarakat. Pemerintah menargetkan jumlah peserta mencapai 136 juta orang pada tahun ini.
Riefky menjelaskan, pola pelaksanaan CKG kini semakin fleksibel. Jika sebelumnya masyarakat mengikuti pemeriksaan pada momen tertentu seperti hari ulang tahun, kini layanan dapat diakses kapan saja. Selain edukasi dan konsultasi, program ini juga mencakup pemberian obat serta tindak lanjut medis bila diperlukan.
“Sekarang polanya lebih baik lagi, kalau dulu masyarakat datang di tanggal ulang tahun, kalau ini bisa kapan saja. Jadi tidak hanya edukasi, konsultasi, tetapi program kali ini juga sudah melangkah lebih jauh lagi juga dengan obat-obatan dan juga untuk tindak lanjutnya,” ujar dia.
Program CKG juga menerapkan metode jemput bola dengan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas yang mendatangi langsung komunitas masyarakat. Skema ini dinilai efektif menjangkau kelompok pekerja seperti ojol yang memiliki keterbatasan waktu.
Lebih lanjut, Riefky mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memperluas cakupan layanan kesehatan.
“Terima kasih juga atas inisiatif pihak swasta. Saya ingin mengapresiasi GoTo yang sudah berinisiatif untuk berkoordinasi dengan Puskesmas Mampang Prapatan untuk melakukan kegiatan yang menjadi niatan mulia dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, terkait dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG),” tutur dia.
Dengan perluasan cakupan dan kolaborasi berbagai pihak, program Cek Kesehatan Gratis diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini, sekaligus menjaga produktivitas pekerja di sektor informal seperti ojek online.