Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di sejumlah provinsi di Pulau Sumatra pada Senin pagi sekitar pukul enam waktu Indonesia bagian barat. Presiden berangkat melalui Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk memastikan bahwa seluruh proses penanganan bencana berjalan secara cepat, terkoordinasi, dan mengedepankan keselamatan masyarakat.
Menurut keterangan resmi yang diterima pada hari yang sama, Presiden Prabowo terbang menuju Bandara Raja Sisingamangaraja Dua Belas di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Dalam agenda kunjungannya, Kepala Negara akan meninjau secara langsung sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah akibat bencana. Lokasi yang akan diperiksa mencakup kawasan dengan gangguan layanan dasar, area yang terdampak akses transportasi, serta fasilitas publik yang membutuhkan penanganan segera.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara nyata di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi bencana yang menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga bergerak cepat agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan. “Semua jajaran harus bekerja dengan sigap. Kita harus memastikan bahwa penanganan bencana dilakukan secara tepat, terarah, dan tidak saling tumpang tindih,” menjadi arahan Presiden sebelum keberangkatan.
Baca Juga : https://inversi.id/ibu-muda-selamatkan-3-anak-dari-banjir-di-sumbar-saya-hanyut-di-depan-mata/
Selain memantau pelaksanaan tanggap darurat, kunjungan ini juga bertujuan untuk menilai kebutuhan pemulihan awal yang harus disiapkan pemerintah. Langkah pemulihan mencakup perbaikan infrastruktur dasar seperti akses jalan, jembatan, jaringan energi, telekomunikasi, serta layanan kesehatan masyarakat. Pemerintah menilai bahwa pemulihan awal sangat penting agar aktivitas warga dapat segera kembali berjalan, terutama di wilayah yang terisolasi akibat kerusakan fasilitas umum.
Masyarakat pun diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah mengingatkan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas, sehingga arahan dari aparat di lapangan perlu diikuti agar tidak terjadi tambahan korban. Dalam kondisi cuaca yang belum stabil, pemerintah menekankan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiagaan logistik untuk menghadapi kemungkinan bencana susulan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Keduanya akan ikut memastikan bahwa seluruh proses penanganan berjalan sesuai instruksi Presiden serta sesuai prosedur standar yang telah ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah yang tengah menangani dampak bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan laporan terbaru terkait jumlah korban per Minggu tanggal tiga puluh November pukul delapan belas waktu Indonesia bagian barat. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai empat ratus empat puluh dua jiwa. Selain itu terdapat empat ratus dua orang yang masih dinyatakan hilang serta enam ratus empat puluh enam warga yang mengalami luka.
BNPB merinci bahwa dua ratus tujuh belas korban meninggal dunia berada di wilayah Sumatra Utara. Kemudian seratus dua puluh sembilan korban meninggal di wilayah Sumatra Barat. Sementara itu, Aceh mencatat sembilan puluh enam korban meninggal. Selain itu, jumlah korban hilang terdiri dari dua ratus sembilan orang di Sumatra Utara, seratus delapan belas orang di Sumatra Barat, serta tujuh puluh lima orang di Aceh. BNPB menjelaskan bahwa angka ini masih dapat berubah karena proses pencarian dan identifikasi masih terus berlangsung.
Skala bencana yang terjadi menuntut kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat setempat. Dengan kunjungan Presiden Prabowo, pemerintah berharap penanganan dapat dilakukan dengan lebih terarah dan mampu memberikan kepastian bagi warga yang terdampak. Kehadiran Kepala Negara di lokasi bencana juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa negara selalu hadir di saat masyarakat menghadapi situasi sulit.
Baca Juga : https://inversi.id/banjir-dan-longsor-melanda-inversi-dan-turunminum/