By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Ramadan Ramah Anak, Psikolog Ungkap Cara Tepat Mengenalkan Puasa
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ramadan Ramah Anak, Psikolog Ungkap Cara Tepat Mengenalkan Puasa

Kesehatan

Ramadan Ramah Anak, Psikolog Ungkap Cara Tepat Mengenalkan Puasa

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
2 Min Read
ilustrasi anak buka puasa. (foto: freepik)
SHARE

Memasuki bulan Ramadan, orang tua kerap menantikan momen ketika anak mulai belajar berpuasa. Namun, pengenalan puasa perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak agar menjadi pengalaman yang positif dan tidak menimbulkan tekanan.

Contents
Pemahaman Puasa Sesuai Usia AnakPeran Orang Tua dan Penggunaan Reward

Psikolog klinis anak dan remaja Universitas Padjadjaran, Mariska Johana H, M.Psi., menekankan bahwa puasa sebaiknya dipahami sebagai bagian dari proses tumbuh kembang anak.

“Puasa dapat dikenalkan sebagai latihan menunda keinginan, sarana membangun regulasi emosi, serta ibadah yang memiliki nilai spiritual dan manfaat kesehatan. Ketiga aspek ini saling terkait dan perlu dijelaskan secara bertahap sesuai usia anak,” kata Mariska di Jakarta, Sabtu (24/1).

Pemahaman Puasa Sesuai Usia Anak

Mariska menjelaskan, pada usia prasekolah sekitar tiga hingga enam tahun, puasa dikenalkan sebagai latihan menunggu dan belajar sabar, bukan kewajiban penuh. Anak diajak memahami bahwa rasa lapar bersifat sementara dan tidak semua keinginan harus langsung dipenuhi.

Memasuki usia tujuh hingga sembilan tahun, anak mulai memahami hubungan sebab dan akibat. Puasa dapat dijelaskan sebagai latihan mengendalikan diri sekaligus ibadah yang bernilai pahala.

“Anak diajak melihat bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan emosi, memperbaiki sikap, dan memperbanyak kebaikan,” ujar Mariska.

Sementara pada usia sepuluh tahun ke atas, anak mulai memahami puasa sebagai ibadah yang melibatkan niat, kesadaran diri, dan tanggung jawab pribadi, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat.

Peran Orang Tua dan Penggunaan Reward

Dalam mendampingi anak berpuasa, orang tua disarankan mengajak anak pada aktivitas bermakna, seperti menonton konten edukatif Ramadan, mengikuti kegiatan keagamaan ramah anak, hingga mengisi waktu dengan salat bersama dan berbagi dengan sesama.

Terkait penggunaan reward, Mariska menilai hadiah dapat digunakan sebagai strategi perkembangan, terutama pada usia dini, namun harus dikurangi secara bertahap.

Baca Juga :

BGN Komitmen Wujudkan MBG Transparan, Mitra Nakal Terancam Sanksi Tegas
Profil 11 Panelis Debat Kedua Cawapres pada 21 Januari 2024

“Anak sudah lebih mampu merefleksikan pengalaman dan memahami makna ibadah,” kata Mariska.

Ia menegaskan, reward sebaiknya menjadi jembatan awal, bukan tujuan utama, agar anak dapat menumbuhkan motivasi intrinsik dan memahami makna puasa secara utuh.

“Dengan pendekatan ini, reward tidak merusak makna ibadah, tetapi menjadi jembatan awal yang membantu anak belajar, tumbuh, dan memaknai puasa sesuai tahap perkembangannya,” katanya.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:AnakPuasaRamadhan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Wamenpora Indonesia, Taufik Hidayat, menyambut kedatangan atlet yang berlaga pada ASEAN Para Games 2025. (Foto : HO-Kemenpora) Wamenpora Taufik Tegaskan Komitmen Pemerintah Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas Nasional
Next Article Petugas Haji Perempuan Capai 33 Persen, MenPPPA: Terbesar Sepanjang Sejarah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index