Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengapresiasi meningkatnya jumlah petugas haji perempuan pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang mencapai 33 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai langkah progresif dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.
“Alhamdulillah tahun ini ada 33 persen petugas haji perempuan, ini jumlah terbesar selama sejarah penyelenggaraan haji di Indonesia. Jadi ini kebahagiaan luar biasa bagi saya khususnya sebagai Menteri PPPA,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Asrama Haji, Jakarta, Rabu.
Petugas Perempuan Dinilai Krusial Layani Jemaah Lansia
Arifah Fauzi menilai kehadiran petugas haji perempuan sangat penting untuk menjawab kebutuhan mayoritas jemaah haji Indonesia yang didominasi perempuan, termasuk jemaah lanjut usia.
“Ada beberapa masukan yang kami sampaikan sebagai catatan kami di tahun 2025. Salah satunya adalah jumlah petugas haji perempuan yang belum mencukupi untuk bisa melayani jamaah-jamaah haji perempuan yang waktu itu kebanyakan lansia. Waktu itu saya nawarnya 50 persen (petugas haji perempuan), tapi nampaknya belum bisa dipenuhi, karena kalau kita lihat jumlah jamaah haji perempuan sekarang kan ada di 55,4 persen,” kata Arifah Fauzi.
Ia berharap ke depan jumlah petugas perempuan dapat terus ditingkatkan agar pelayanan terhadap jemaah perempuan, khususnya lansia, dapat berjalan lebih optimal.
Petugas Haji Diminta Layani Jemaah dengan Empati
Dalam kesempatan tersebut, Arifah Fauzi juga berpesan agar para petugas haji memberikan pelayanan yang mengedepankan empati, adaptif terhadap kebutuhan jemaah, serta mampu melindungi calon jemaah haji selama pelaksanaan ibadah.
Menurutnya, petugas haji merupakan representasi kehadiran negara di Tanah Suci, sehingga kualitas penyelenggaraan haji Indonesia sangat ditentukan oleh sikap dan kepekaan petugas di lapangan.
“Yang penting adalah pelayanan berangkat dari hati, empati, dan memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan, yang itu tidak bisa dilakukan oleh petugas laki-laki,” kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Sebagai informasi, jumlah jemaah haji Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 203.149 orang. Dari total tersebut, sebanyak 112.838 orang atau sekitar 55,54 persen merupakan perempuan, sementara 90.311 orang atau 44,46 persen adalah laki-laki.
Dari sisi usia, tercatat 44.085 jemaah berusia 65 tahun ke atas dengan komposisi 22.909 perempuan dan 21.176 laki-laki. Rentang usia jemaah haji Indonesia juga sangat beragam, mulai dari usia 17 tahun hingga 108 tahun, termasuk anak-anak yang mendampingi keluarga serta kelompok penyandang disabilitas.