By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Rupiah Ambruk Lagi! Pasar Keok, BI Hadapi Dilema Paling Berat Tahun Ini!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rupiah Ambruk Lagi! Pasar Keok, BI Hadapi Dilema Paling Berat Tahun Ini!

Ekonomi

Rupiah Ambruk Lagi! Pasar Keok, BI Hadapi Dilema Paling Berat Tahun Ini!

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
3 Min Read
Kantor Bank Indonesia di Jakarta Pusat. Pasar keuangan Indonesia menunjukkan pelemahan serentak. Rupiah, saham, hingga SBN kompak terkoreksi pada perdagangan Selasa (18/11/2025). (foto: LKBN Antara)
SHARE

JAKARTA:
Pasar keuangan Indonesia kembali menunjukkan pelemahan serentak. Rupiah, saham, hingga SBN kompak terkoreksi. Pada perdagangan Selasa (18/11/2025), rupiah ditutup melemah 0,18% ke Rp16.735/US$, level terendah sejak September 2025. Sepanjang hari, rupiah bahkan sempat menyentuh titik intraday Rp16.763/US$ sebelum sedikit pulih menjelang penutupan.

Yang menarik, pelemahan rupiah terjadi justru saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BItengah berlangsung 18–19 November. Pelaku pasar tegang menunggu keputusan penting, apakah BI akan mempertahankan suku bunga 4,75% atau mulai kembali memangkas untuk mendorong ekonomi. Tekanan makin kuat karena arus modal asing terus keluar dari pasar SBN.

Sebelumnya, BI mempertahankan suku bunga pada Oktober 2025 setelah memangkas total 125 bps sepanjang 2025. Keputusan RDG kali ini dinilai sangat menentukan stabilitas rupiah. “Prioritas utama BI adalah mendorong bank menurunkan suku bunga kredit di tengah permintaan domestik yang lemah,” tegas Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam pernyataan yang diterima redaksi inversi.id, Rabu (19/11).

Hasil polling Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memprediksi BI akan kembali menahan suku bunga bulan ini demi menahan pelemahan rupiah yang sudah jatuh hampir 4% sepanjang tahun. Ini salah satu penurunan mata uang yang terburuk di antara negara berkembang. Namun, banyak pula yang meyakini BI bisa kembali mengambil langkah tak terduga, mengingat tiga keputusan terakhir sering berbeda dari konsensus.

Meski begitu, Perry Warjiyo sebelumnya mengisyaratkan, ruang pelonggaran masih terbuka lebar karena inflasi tetap rendah dalam target BI 1,5–3,5%. Inflasi Oktober memang naik ke 2,86%, namun masih dinilai aman sebagai alasan pemangkasan lanjutan.

Polling terbaru mengungkap sebanyak 24 dari 30 ekonom memprediksi BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% pada RDG kali ini. Sementara sisanya melihat peluang penurunan 25 bps. Ekonom Mizuho, Jing Yi Tan, menilai BI berada dalam situasi sulit. “Ada dilema rumit. Mereka pro-pertumbuhan, tapi rupiah yang terus melemah bisa mengubah kalkulasi kebijakan,” ujarnya dikutip dari reuters.

Ia menambahkan, “Masalahnya bukan hanya suku bunga. Transmisi kebijakan masih tersumbat karena suku bunga kredit sulit turun,” sekaligus menegaskan penyesuaian teknis diperlukan sebelum BI terus melonggarkan kebijakan. Terbukti, dari total penurunan 150 bps, sejak tahun lalu, bank hanya menurunkan bunga kredit 15 bps sepanjang tahun ini.

Ke depan, mayoritas kuat ekonom optimistis pemangkasan akan dimulai bulan depan. Sebanyak 21 dari 24 ekonom memprediksi suku bunga bakal turun menjadi 4,50% pada Desember. Ekonom ANZ, Krystal Tan di reuters menegaskan, “BI masih bias longgar. Pemangkasan hanya soal waktu karena permintaan domestik dan pertumbuhan kredit masih lemah.” Bahkan 17 dari 22 ekonom memproyeksikan suku bunga bakal turun lebih dalam ke 4,25% pada akhir kuartal I 2026.

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap
TAGGED:Bank IndonesiaGubernur BI Perry WarjiyoRupiah Melemah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 114 T Rupiah Sudah Masuk. Tapi Pemerintah Siap Rem Produksi Batu Bara, Ada Apa?
Next Article Warga Pilih Lapor ke Damkar, Polri Akui Respons Lambat Jadi Tantangan Pelayanan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

4 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

5 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

5 days ago
EkonomiTerkini

Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index