By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Sejarah Rokok Indonesia, dari Pedagang Portugis hingga Kebun Tembakau di Banten
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sejarah Rokok Indonesia, dari Pedagang Portugis hingga Kebun Tembakau di Banten

Terkini

Sejarah Rokok Indonesia, dari Pedagang Portugis hingga Kebun Tembakau di Banten

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Sejarah Rokok di Indonesia

Lalu bagaimana sejarah rokok di Indonesia?

Sejarah rokok masuk ke Tanah Air ini tidak lepas dari masa penjajahan Portugis dan Belanda melansir Komunitaskeretek.com. Saat itu pada abad ke-17 atau sekitar tahun 1600-an tanaman tembakau pertama kali dibawa oleh pedagang Portugis ke Pualau Jawa.

Hal itu yang menjadi asal mula penyerapan kata tembakau itu turunan dari Bahasa Portugis tumbaco. Setelahnya, pemerintahan Kolonial Belanda memalui Gubernur Jendral Cornelis de Houtman membangun perkebunan tembakau di Banten.

Kemudian berkembang terus hingga pada tahun 1800an didirikanlah Deli Maatschappij yang menjadi sentra industri tembakau di Deli. Kultur budidaya tembakau terus berkembang hingga masuk ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di masa-masa tersebut tembakau banyak dibudidayakan sebagai tanaman ekspor melalui program tanam paksa yang diterapkan pemerintah kolonial. Tembakau sebagai tanaman yang memiliki daya jual tinggi di pasar dunia diharapkan menjadi sumber pemasukan bagi pemerintah kolonial. Hal yang kemudian menyiksa rakyat Indonesia.

Untungnya, kultur menanam tembakau ini kemudian menjadi kebiasaan tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hingga di abad 19, ditemukanlah produk bernama kretek yang menggabungkan tembakau dan cengkeh sebagai bahan baku untuk rokok jeni baru.

Baca juga: 8 Tips untuk Mencegah Kanker Mulut, Hindari Rokok dan Alkohol

Sebuah produk budaya yang masih bertahan hingga kini. Jenis rokok pun terdapat dua jenis, yakni filter dan keretek. Namun yang popular di Indonesia adalah rokok keretek.

Mau sebanyak apa pun rokok putihan berkreasi di Indonesia, pasar rokok kretek tidak pernah berkurang. Bahkan, saat ini kretek menguasai sekitar 90% pasar rokok di Indonesia.

Baca Juga :

Mengenal Kartu Lansia Jakarta yang Dicairkan dalam 2 Tahap
Penyanyi Anggun Cipta Casmi Bongkar Rahasia Awet Muda dan Enerjik
Previous Page12

You Might Also Like

Tundukkan Ekuador, Meksiko Akhiri Kutukan 40 Tahun dengan Lolos ke 16 Besar
Hancurkan Swedia 3-0, Prancis Jadi Monster yang Ancam Semua Kandidat Juara
Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50
Haaland Hancurkan Mimpi Pantai Gading! Antar Norwegia Tantang Brasil
Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Mengenal World Water Forum 2024, Indonesia jadi Tuan Rumah
Next Article Daftar Peserta World Water Forum 2024 di Bali, Targetkan 100 Ribu Peserta
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50

Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market

Gas Industri Dipangkas, Jurus Bahlil Selamatkan Jutaan Pekerja dari Ancaman PHK

Menteri ESDM Libatkan Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL

Pedagang Marketplace Bersiap, Pemerintah Segera Terapkan Kewajiban PPN

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

B50 Resmi Meluncur 1 Juli. Tiga Keunggulan Ini Siap Ubah Masa Depan Energi Indonesia

28 Tahun Mandek Akhirnya Mega Proyek Blok Masela Mulai Dibangun 2027

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Sayonara Jepang! Pengalaman Seleção Jadi Penentu di Menit-Menit Akhir

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Gol Dramatis Eustáquio Antar Kanada Ukir Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026

2 days ago
OlahragaTerkini

Pecah! Tim Voli Putra Indonesia Ukir Sejarah Baru Rebut Gelar Juara Asia

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Kolombia Tahan Imbang Raksasa Eropa, Sikat Status Juara Grup K Piala Dunia 2026

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index