By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Sejarah Rokok Indonesia, dari Pedagang Portugis hingga Kebun Tembakau di Banten
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sejarah Rokok Indonesia, dari Pedagang Portugis hingga Kebun Tembakau di Banten

Terkini

Sejarah Rokok Indonesia, dari Pedagang Portugis hingga Kebun Tembakau di Banten

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Rokok menjadi produk yang paling banyak peminat di Indonesia. Kebiasaan merokok ini bukan hanya biasa dilakukan masyarakat kota semata, akan tetapi hingga pedalaman desa pun tidak sedikit yang kecanduan rokok.

Tradisi menghisap tembakau dengan proses pembakaran ini juga tidak memandang kasta, berbagai lapisan masyarakat mulai dari level bawah sampai elite merokok.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah orang di seluruh dunia yang menggunakan tembakau menurun drastis dalam satu generasi.

Satu dari lima orang sekarang merokok atau terlibat dalam konsumsi tembakau lainnya dibandingkan dengan satu dari tiga orang pada tahun 2000, kata WHO. Meski begitu, mereka memperingatkan bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk menyapih orang dari kecanduan mereka terhadap zat yang merusak kesehatan tersebut.

Dilansir dari DW, dalam laporan globalnya, WHO mengatakan bahwa 1,25 miliar orang berusia 15 tahun ke atas menggunakan tembakau pada tahun 2022. Angka ini jauh berkurang dibandingkan tahun 2000 pengguna tembakau mencapai 1,36 miliar.

Studi tersebut mengatakan bahwa penggunaan tembakau akan terus menurun pada tahun 2030 menjadi sekitar 1,2 miliar orang, terlepas dari pertumbuhan populasi dunia yang diperkirakan akan terus meningkat.

Baca juga: 6 Manfaat Berhenti Merokok untuk Kesehatan Kulit

Asia Tenggara dan Eropa memiliki proporsi perokok terbesar, dengan sekitar seperempat populasi masih kecanduan kebiasaan merokok. Penggunaan tembakau masih meningkat di beberapa negara, termasuk Mesir, Yordania dan Indonesia, menurut penelitian tersebut.

Dalam statistik lain yang mengkhawatirkan, laporan tersebut mengatakan bahwa rata-rata, sekitar 10 persen dari anak usia 13 hingga 15 tahun di seluruh dunia menggunakan satu atau lebih jenis tembakau.

Baca Juga :

Kapan Kartu Lansia Jakarta Cair Lengkap dengan Besaran Nominal dan Cara Mengeceknya
Grab Siapkan 20.000 Mobil Listrik Bersama GAC, Ini Strateginya

Jumlah tersebut setara dengan setidaknya 37 juta remaja, termasuk setidaknya 12 juta yang menggunakan produk tembakau tanpa asap. Laporan tersebut menekankan bahwa angka-angka ini masih terlalu rendah karena lebih dari 70 negara tidak memberikan data.

12Next Page

You Might Also Like

Tundukkan Ekuador, Meksiko Akhiri Kutukan 40 Tahun dengan Lolos ke 16 Besar
Hancurkan Swedia 3-0, Prancis Jadi Monster yang Ancam Semua Kandidat Juara
Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50
Haaland Hancurkan Mimpi Pantai Gading! Antar Norwegia Tantang Brasil
Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Mengenal World Water Forum 2024, Indonesia jadi Tuan Rumah
Next Article Daftar Peserta World Water Forum 2024 di Bali, Targetkan 100 Ribu Peserta
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50

Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market

Gas Industri Dipangkas, Jurus Bahlil Selamatkan Jutaan Pekerja dari Ancaman PHK

Menteri ESDM Libatkan Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL

Pedagang Marketplace Bersiap, Pemerintah Segera Terapkan Kewajiban PPN

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

B50 Resmi Meluncur 1 Juli. Tiga Keunggulan Ini Siap Ubah Masa Depan Energi Indonesia

28 Tahun Mandek Akhirnya Mega Proyek Blok Masela Mulai Dibangun 2027

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Sayonara Jepang! Pengalaman Seleção Jadi Penentu di Menit-Menit Akhir

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Gol Dramatis Eustáquio Antar Kanada Ukir Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026

2 days ago
OlahragaTerkini

Pecah! Tim Voli Putra Indonesia Ukir Sejarah Baru Rebut Gelar Juara Asia

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Kolombia Tahan Imbang Raksasa Eropa, Sikat Status Juara Grup K Piala Dunia 2026

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index