Halo brother and sister, ada kabar super keren nih dari Gowa! Dua siswi berprestasi dari MTsN Gowa berhasil banget mencuri perhatian publik dalam program unggulan TVRI Sulawesi Selatan yang bertajuk “Ballaku” pada Ahad sore lalu. Gokil, kan?
Acara yang disiarkan langsung dari Studio TVRI Sulsel di Makassar ini emang jadi panggung buat talenta muda Sulawesi Selatan dalam seni tari dan musik tradisional.
Nah, di episode spesial ini, Masyita Nadin dan Hafsah Nurul Waqiah bareng timnya tampil memukau dengan membawakan tarian khas Bugis-Makassar, yaitu tari “Mappadendang”. Penampilan mereka sukses bikin penonton terpukau!
Menanggapi hal ini, Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiroi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang luar biasa pada Rabu, 9 Juli 2025. “Kami sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi anak-anak ini dalam melestarikan budaya.”
“Penampilan mereka bukan hanya membanggakan madrasah, tetapi juga menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisional tetap hidup di kalangan generasi muda,” tuturnya. Ini bukti kalau madrasah nggak cuma soal akademik, tapi juga pembinaan budaya.
Mansur Patiroi juga berharap agar ruang-ruang ekspresi seperti ini terus didukung oleh lembaga penyiaran dan instansi terkait.
“Kami berharap kesempatan seperti ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya, dan tentu menjadi penguat dalam pendidikan karakter serta kebanggaan terhadap warisan budaya sendiri,” tambahnya.
Ini adalah investasi jangka panjang untuk pelestarian budaya kita, brother and sister!
Masyita Nadin: Dari Madrasah ke Panggung Budaya, Disiplin & Semangat Tinggi!
Saat dihubungi oleh Tim Humas Madrasah, Ikhwani Mustari, wali kelas dari Masyita Nadin, membenarkan tentang penampilan anak didiknya di program TVRI tersebut. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian siswa binaannya.
“Masyita adalah sosok yang aktif, disiplin, dan memiliki semangat tinggi dalam setiap kegiatan. Keikutsertaannya dalam kegiatan ini adalah bukti bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam akademik, tapi juga mampu tampil di pentas budaya,” jelasnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa madrasah-madrasah di Indonesia kini semakin fokus dalam mengembangkan potensi non-akademik siswanya.
Dari mereka sendiri tidak hanya mencetak santri yang cerdas ilmu agama, tetapi juga memiliki bakat dan kreativitas di bidang seni dan budaya.
Grup Tari “Al Berkah Gowa” Siap Guncang Trans TV Bulan Depan!
Nah, ada kabar yang lebih bikin deg-degan nih, brother and sister! Sulasmi, pelatih Tari Al Berkah, menyebutkan bahwa timnya bahkan dijadwalkan tampil di televisi nasional pada Agustus mendatang!
“Insya Allah kami akan tampil di Trans TV bulan depan. Mohon doa agar penampilan anak-anak kami makin baik dan membawa harum daerah,” ucapnya penuh harap. Wah, ini dia kesempatan emas buat mereka unjuk gigi di kancah nasional!
Ia menambahkan bahwa penampilan di TV merupakan pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan dan kepercayaan diri para penari muda. Ini adalah platform yang luar biasa untuk pengembangan diri mereka.
Masyita dan Hafsah merupakan bagian dari grup tari “Al Berkah Gowa”, sebuah grup tari asal Gowa yang membina para pelajar berprestasi di bidang seni budaya.
Bersama rekan-rekannya, Mentari dan St. Arabiyah dari SMPN 1 Bontomarannu serta St. Musdalifah dari MA Guppi Samata, mereka mempersembahkan pertunjukan yang memadukan ketepatan gerak, irama alat tradisional, serta kekuatan ekspresi budaya yang autentik. Ini adalah kolaborasi yang luar biasa antar pelajar dari berbagai sekolah.
Tari Mappadendang: Simbol Syukur dan Kekayaan Budaya Sulsel!
Tari Mappadendang sendiri punya makna yang dalam banget, brother and sister. Tari ini adalah simbol syukur masyarakat agraris Bugis, yang biasanya ditampilkan dalam tradisi pascapanen.
Dengan mengenakan busana adat berwarna cerah dan gerak yang ritmis, penampilan para siswi ini berhasil merepresentasikan semangat kebersamaan dan nilai luhur budaya Sulawesi Selatan. Mereka nggak cuma menari, tapi juga membawa pesan budaya yang kuat.
Program “Ballaku” dari TVRI Sulsel ini memang patut diacungi jempol! Program ini memberi ruang yang sangat berarti bagi generasi muda untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap seni tradisional.
Program ini rutin menampilkan siswa-siswi tingkat dasar hingga menengah dari berbagai kabupaten dan kota, sekaligus menjadi media edukatif yang mempromosikan pelestarian budaya lokal.
Hal tersebut adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga agar budaya kita tetap hidup dan dicintai oleh generasi penerus.
Dengan penuh percaya diri dan kecintaan pada budaya, dua siswi MTsN Gowa hari itu membuktikan bahwa bakat dan dedikasi dapat bersinar di panggung mana pun, termasuk di layar kaca yang menyapa seluruh penjuru Sulawesi Selatan.
Kita tunggu penampilan mereka di Trans TV bulan depan ya, brother and sister! Semoga makin banyak anak muda Indonesia yang berani menunjukkan bakat dan kecintaannya pada budaya sendiri.