By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony Usul Potong Gaji dan Tunjangan Pejabat untuk Penanganan Bencana Sumatra
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony Usul Potong Gaji dan Tunjangan Pejabat untuk Penanganan Bencana Sumatra

Politik

Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony Usul Potong Gaji dan Tunjangan Pejabat untuk Penanganan Bencana Sumatra

Alexander
By
Alexander
7 months ago
Share
4 Min Read
Wakil Ketua DPRD Sumatra Utara (Sumut) dari Fraksi NasDem Ricky Anthony. (Foto: tangkapan layar)
Wakil Ketua DPRD Sumatra Utara (Sumut) dari Fraksi NasDem Ricky Anthony. (Foto: tangkapan layar)
SHARE

MEDAN, INVERSI – Wakil Ketua DPRD Sumatra Utara (Sumut) Ricky Anthony memberi usulan terkait pemotongan gaji dan tunjangan seluruh pejabat pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah sebagai langkah darurat untuk membantu percepatan penanganan korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumatra Barat (Sumbar).

Ia merasa heran, sampai saat ini Pemerintah Pusat tak kunjung menetapkan peristiwa besar yang terjadi di Sumatra pada 25 November 2025 sebagai bencana nasional.

Ricky Anthony berpendapat, rangkaian kebencanaan yang terjadi di Sumatra, masuk kategori luar biasa. Sebab, bukan hanya berdampak pada kerusakan fisik, melainkan telah menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan dengan ekses yang sangat luas.

Sampai saat ini, sudah ribuan nyawa melayang akibat banjir bandang dan longsor di Sumatra. Kemudian, ratusan ribu warga di antaranya harus bertahan di pengungsian dengan keterbatasan kebutuhan dasar.

Ia menekankan, apabila penanganan pascabencana hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah saja, maka penderitaan masyarakat akan semakin panjang.

“Oleh karena itu, perlu ada langkah konkret dan berani, salah satunya dengan memotong gaji dan tunjangan pejabat pemerintah untuk disalurkan kepada korban bencana,” ujar Ricky Anthony kepada wartawan, dikutip di Medan, Selasa (16/12/2025).

Menurut politisi Partai NasDem itu, pemotongan gaji dan tunjangan pejabat tidak akan mengganggu stabilitas pemerintahan alias sangat memungkinkan untuk dilakukan secara regulatif.

Apabila diterapkan, maka kebijakan itu justru dapat menjadi simbol empati dan bukti keberpihakan negara terhadap rakyat yang tengah mengalami musibah.

Ricky menyoroti lambatnya penanganan bencana di lapangan yang tidak bisa dilepaskan dari keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

Baca Juga :

Hybrid Work: Cara Gen Z Menciptakan Dunia Kerja yang Lebih Manusiawi
Biodata dan Profil Helisma Mauludzunia Putri Kurnia, Lengkap dengan Agama, Umur, Serta Pendidikan

Hingga saat ini, ujar dia, distribusi bantuan logistik di sejumlah wilayah terdampak masih belum merata. Banyak pengungsi mengeluhkan keterbatasan bahan pangan, air bersih, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Penanganan di lapangan belum berjalan maksimal. Logistik belum sepenuhnya merata, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat. Di sisi lain, kerusakan infrastruktur masih sangat parah,” ujarnya.

Ricky mencatat, bencana yang melanda Sumatra telah menyebabkan banyak akses infrastruktur dasar porak-poranda seperti jalan terputus, jembatan ambruk, serta fasilitas pelayanan publik mengalami kerusakan berat.

Di sisi bersamaan, tidak sedikit wilayah yang hingga kini masih mengalami pemadaman listrik. Lalu, jaringan komunikasi dan internet juga belum pulih betul sehingga menyulitkan koordinasi penanganan bencana.

“Kami menduga, salah satu penyebab utama lambatnya pemulihan adalah keterbatasan anggaran. Karena itu dibutuhkan langkah-langkah luar biasa. Jika tidak juga ditetapkan sebagai bencana nasional, maka pemotongan gaji pejabat bisa menjadi solusi sementara yang sangat membantu,” ujarnya.

Ricky Anthony mengaku, usulan pemotongan gaji dan tunjangan tersebut tidak dilandasi kepentingan politik, melainkan murni tergerak atas dasar kemanusiaan dan semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia.

Ia menegaskan, dalam situasi darurat seperti ini, seluruh elemen negara harus ikut berkorban. Pejabat negara harus berada di barisan terdepan dalam membantu rakyatnya.

“Jangan sampai masyarakat terus menderita sementara negara tidak mengambil langkah berani dan progresif,” katanya.

Ricky lantas mendorong Pemerintah Pusat agar segera mengevaluasi status kebencanaan di Pulau Sumatra dan mempertimbangkan penetapan sebagai bencana nasional, sehingga dukungan anggaran, personel, dan peralatan dari pusat dapat dimaksimalkan.

“Keselamatan dan pemulihan kehidupan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Rakyat menunggu kehadiran negara dalam arti yang sesungguhnya,” kata Ricky Anthony.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah
Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus
TAGGED:bencanaDPRD SumutRicky AnthonySumatera
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Aparat kepolisian saat berhasil meringkus Muhammad Adimas Firdaus alias Resbob (sweater abu) di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (15/12/2025) siang. (Foto: Iatimewa) Polisi Ringkus Resbob di Semarang Terkait Ujaran Kebencian Terhadap Suku Sunda
Next Article Tim Triathlon Indonesia tampil gemilang dengan menyapu bersih tiga medali emas pada hari pertama pertandingan triathlon di SEA Games Thailand 2025. (Foto : NOC Indonesia) Tim Triathlon Sapu Bersih Tiga Emas di Hari Pertama SEA Games Thailand 2025
1 Comment
  • Pingback: Wagub Surya Terima Bantuan dari Pertamina Gas untuk Korban Bencana di Sumut - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
HukumTerkini

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

2 weeks ago
HukumTerkini

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

2 weeks ago
Politik

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index