By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Penyakit Kawasaki Mengintai Balita, Pakar UI Beberkan Fakta dan Tantangannya di Indonesia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Penyakit Kawasaki Mengintai Balita, Pakar UI Beberkan Fakta dan Tantangannya di Indonesia

Kesehatan

Penyakit Kawasaki Mengintai Balita, Pakar UI Beberkan Fakta dan Tantangannya di Indonesia

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
tangkap layar Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A, Subsp.Kardio(K), M.Med(Paed) menjelaskan penyakit Kawasaki pada anak. (foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A, Subsp.Kardio(K), M.Med(Paed) mengungkapkan bahwa jumlah kasus penyakit Kawasaki pada anak di Indonesia diperkirakan mencapai ribuan setiap tahun. Namun, sebagian besar kasus tersebut belum terdiagnosis secara optimal.

Menurut Najib yang juga tergabung dalam Unit Kerja Koordinasi Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hingga saat ini Indonesia belum memiliki data registrasi nasional terkait kasus Kawasaki. Estimasi jumlah pasien masih mengandalkan pengamatan klinis dan pengalaman penanganan langsung di lapangan.

“Indonesia bagaimana sih berapa jumlah kasus di Kawasakinya? Nggak ada data jujur ya,” kata Najib dalam seminar daring bertema Kawasaki pada Anak yang diikuti dari Jakarta, Selasa.

Ia memperkirakan angka kejadian baru penyakit Kawasaki di Indonesia dapat mencapai 3.000 hingga 4.000 kasus per tahun. Meski demikian, jumlah pasien yang berhasil terdiagnosis dan mendapatkan penanganan medis dinilai masih jauh dari angka tersebut.

“Yang terjangkau sekitar 200 setahun. Saya sendiri sekitar 100 setahun pasien baru,” ujarnya.

Najib menjelaskan, sejak mulai melakukan sosialisasi dan penanganan penyakit Kawasaki pada 1999, dirinya telah menemukan lebih dari 2.000 kasus. Para pasien datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperoleh perawatan lanjutan, terutama terkait komplikasi jantung.

Dalam pemaparannya, ia menekankan tingginya risiko komplikasi pada jantung apabila penyakit Kawasaki tidak segera ditangani dengan terapi yang tepat.

“Kalau nggak diobatin, 15–25 persen anak itu akan menderita arteri koroner,” katanya.

Ia menambahkan, banyak kasus Kawasaki tidak teridentifikasi sejak awal karena gejalanya kerap menyerupai penyakit lain. Akibatnya, pasien baru datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi sudah terjadi gangguan pada pembuluh darah jantung.

Baca Juga :

Strategi Regenerasi UMKM Sukabumi oleh Generasi Milenial dan Gen Z
Ternyata Segini Harga Tower BTS yang Dikorupsi Johnny G Plate, Bikin Geleng-geleng Kepala

Keterlambatan diagnosis tersebut dapat menyebabkan pelebaran arteri koroner. Kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung pada anak serta kemungkinan perlunya tindakan medis lanjutan, termasuk operasi pintas pembuluh darah jantung.

Najib juga menyampaikan bahwa penyakit Kawasaki paling sering menyerang anak usia di bawah lima tahun, terutama pada rentang usia satu hingga dua tahun. Selain itu, kasus lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan perempuan.

Peningkatan kesadaran orang tua dan tenaga kesehatan terhadap gejala awal penyakit Kawasaki dinilai menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius. Edukasi yang masif dan sistem pencatatan nasional diharapkan dapat membantu deteksi dini serta penanganan yang lebih cepat dan tepat.

You Might Also Like

Menkes: Rokok Elektrik Tak Lebih Aman dari Rokok Biasa, Bisa Jadi Media Penyalahgunaan Narkoba
Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Screen Time Berlebihan, Anak Rentan Diabetes dan Gagal Ginjal
Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
TAGGED:IDAIKesehatan AnakPenyakit Kawasaki
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Freedom 250 Hadir di Natuna, AS Perkuat Kerja Sama Maritim dengan Indonesia
Next Article Waspada Konten Digital, Anak SD Kini Bisa Tembus Pembatasan dengan VPN
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Impor Minyak Rusia Dieksekusi, Stok BBM Nasional Dijaga Tetap Aman

BRI Perkuat Benteng Lawan Judi Online, Andalkan Teknologi untuk Putus Aliran Dana

Bahlil Bongkar Masa Depan! Mobil Hidrogen Diprediksi Saingi EV dalam 10 Tahun

Stok Batu Bara PLN Tembus 200 Juta Ton, RKAB Bukan Penyebab Gangguan Sektor Kelistrikan

Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak

KPK Tegaskan Parsel untuk ASN Bisa Masuk Kategori Gratifikasi, Vendor Diminta Waspada

Angin Segar! Bahlil Buka Peluang Pertamax Turun Bulan Depan

Saat Warga RI Ramai Beralih ke Bank Digital, Langkah BNI Ini Berbuah Manis!

Kongres GP NasDem, Saan Mustopa Tegaskan Target Partai Raih Tiga Besar Pemilu 2029

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Tepat Dilanjutkan Setelah KUHAP Baru Berlaku

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai

3 weeks ago
EventKesehatan

Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek

3 weeks ago
Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

4 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index