By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Alarm Merah! 37 Juta Rakyat RI Terjebak ‘Kerja Rodi’ Modern Demi Sesuap Nasi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Alarm Merah! 37 Juta Rakyat RI Terjebak ‘Kerja Rodi’ Modern Demi Sesuap Nasi

EkonomiLifeStyle

Alarm Merah! 37 Juta Rakyat RI Terjebak ‘Kerja Rodi’ Modern Demi Sesuap Nasi

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
6 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi pekerja yang terbebani dengan pekerjaan yang berat. (Foto, google.com)
SHARE

JAKARTA

Di balik gedung-gedung perkantoran yang megah dan hiruk pikuk jalanan, sebuah krisis senyap tengah menggerogoti jutaan rakyat Indonesia. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025 mengungkap fakta yang mengerikan: sebanyak 37,32 juta pekerja —atau satu dari empat orang—terjebak dalam fenomena overwork, bekerja lebih dari 49 jam seminggu.

Ini bukan lagi soal lembur biasa. Ini adalah potret “kerja rodi” modern di mana jutaan orang, terutama generasi produktif, terpaksa mengorbankan kesehatan fisik dan mental mereka hanya untuk bertahan hidup.

Fakta paling menyakitkan dari data ini adalah siapa yang paling menderita. Kelompok usia 35-44 tahun menjadi korban terbesar, dengan 9,5 juta orang bekerja berlebihan. Mereka adalah, generasi sandwich—generasi yang harus menanggung beban ekonomi orang tua dan anak-anak mereka sekaligus.

Diikuti oleh kelompok usia 25-34 tahun sebanyak 8,71 juta orang, yang sedang berjuang membangun fondasi hidup. Mereka terpaksa bekerja hampir 10 jam setiap hari, mengabaikan batas waktu 40 jam per minggu yang diatur dalam Undang-Undang, demi mengejar upah yang seringkali tak sepadan.

“Ini bukan sekadar tekanan ekonomi, tapi cerminan pasar kerja yang tidak sehat,” ungkap Dosen sekaligus Peneliti FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Wisnu Setiadi Nugroho saat dihubungi, Selasa (27/1/2026) menanggapi data BPS. Rendahnya upah dan dominasi sektor informal memaksa mereka menerima jam kerja yang tidak manusiawi.

Jika Anda merasa lelah, lihatlah data ini. Sektor transportasi dan pergudangan menjadi neraka bagi pekerjanya, dengan 38,1% mengalami overwork. Para sopir truk, kurir paket, dan pekerja gudang adalah pahlawan logistik yang tenaganya terkuras habis di jalanan.

Menyusul di belakangnya adalah sektor perdagangan (36,8%) dan pertambangan. Para pedagang kecil di pasar harus membuka lapak dari subuh hingga larut malam, sementara para penambang mempertaruhkan nyawa dan waktu jauh dari keluarga.

Jam kerja brutal ini datang dengan tagihan yang sangat mahal: kesehatan. Bekerja berlebihan secara langsung meningkatkan risiko penyakit mematikan seperti serangan jantung dan hipertensi.

Baca Juga :

DPR Kebut Penyusunan RUU Perampasan Aset, Publik Akan Dilibatkan
SD Negeri 3 Kendari! Meski Serba Terbatas, Siswa Auto Semangat Ukir Prestasi Karate Nasional!

Namun, musuh yang tak terlihat justru lebih berbahaya. Kelelahan ekstrem, stres kronis, dan depresi kini menjadi teman sehari-hari bagi jutaan pekerja ini. Secara ekstrem, boleh dibilang, mereka adalah zombie-zombie modern yang raganya bekerja, namun jiwanya perlahan mati.

Fenomena ini adalah sebuah alarm merah bagi bangsa. Ketika seperempat angkatan kerja harus mengorbankan hidupnya hanya untuk hidup, ini bukan lagi masalah individu, melainkan kegagalan sistemik yang harus segera diatasi. Pertanyaannya, sampai kapan kita akan membiarkan ‘kerja rodi’ modern ini terus berlanjut?

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
TAGGED:37 juta pekerjaBPSKerja rodiOverwork
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article “Saya Bukan Lagi Gerindra!” Thomas Djiwandono, Jadi Bos Bank Indonesia, Janji Jaga Independensi
Next Article Ancaman Kesehatan Bayi dan Anak di Pengungsian Banjir
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

6 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index