By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Amartha Terapkan AI dan Pemantauan Lapangan untuk Tekan Risiko Kredit Macet
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Amartha Terapkan AI dan Pemantauan Lapangan untuk Tekan Risiko Kredit Macet

EkonomiTerkini

Amartha Terapkan AI dan Pemantauan Lapangan untuk Tekan Risiko Kredit Macet

Adrian
By
Adrian
6 months ago
Share
4 Min Read
Foto : VP Public Relations Amartha, Harumi Supit (Sumber : kontan.co.id)
Foto : VP Public Relations Amartha, Harumi Supit (Sumber : kontan.co.id)
SHARE

Inversi PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), perusahaan teknologi finansial berbasis peer-to-peer (P2P) lending, terus memperkuat strategi mitigasi risiko kredit guna menjaga kualitas pembiayaan di tengah pertumbuhan industri fintech.

Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah pengombinasian teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dengan pemantauan langsung oleh tenaga lapangan dalam jumlah besar.

Pendekatan hibrida ini dinilai efektif untuk meminimalkan risiko kredit macet, khususnya pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pedesaan yang menjadi fokus utama layanan Amartha. Perusahaan menilai bahwa penggunaan teknologi saja tidak cukup, sehingga diperlukan sentuhan manusia untuk memahami kondisi riil para peminjam.

Wakil Presiden Public Relations Amartha, Harumi Supit, mengatakan bahwa perusahaan menerapkan tata kelola perusahaan yang prudent dengan mengintegrasikan sistem digital dan pengawasan langsung. Menurutnya, mitigasi risiko dilakukan secara menyeluruh sejak tahap seleksi peminjam hingga proses pendampingan usaha.

“Penerapan tata kelola perusahaan yang prudent melalui mitigasi risiko dilakukan dengan mengolaborasikan machine learning dan pendekatan lapangan oleh lebih dari 10.000 tenaga lapangan,” ujar Harumi kepada Kontan.co.id, Minggu (11/1/2026).

Harumi menjelaskan, penggunaan teknologi AI memungkinkan Amartha melakukan penilaian risiko kredit secara lebih akurat dan efisien. Sistem credit scoring berbasis AI dirancang khusus dengan menyesuaikan karakteristik peminjam Amartha, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM perempuan di wilayah pedesaan.

Model penilaian kredit tersebut tidak hanya mengandalkan data keuangan formal, tetapi juga memanfaatkan data alternatif, seperti pola pembayaran, aktivitas usaha, serta perilaku sosial peminjam. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi risiko sejak dini dan menentukan skema pembiayaan yang sesuai dengan kapasitas masing-masing peminjam.

Di sisi lain, keberadaan tenaga lapangan menjadi elemen penting dalam strategi mitigasi risiko Amartha. Ribuan petugas lapangan bertugas melakukan verifikasi langsung, pendampingan usaha, serta pemantauan berkala terhadap kondisi peminjam. Kehadiran mereka dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai situasi usaha dan lingkungan sosial peminjam.

Pendekatan langsung ini juga memperkuat hubungan kepercayaan antara perusahaan dan pelaku UMKM. Selain berfungsi sebagai pengawas, tenaga lapangan berperan sebagai pendamping yang membantu peminjam meningkatkan kapasitas usaha, kedisiplinan pembayaran, serta literasi keuangan.

Baca Juga :

Peran Gen Z Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Hijau!
Pacaran di Usia Remaja Boleh Atau Tidak? Begini Kata Psikolog!

Sejak berdiri pada 2010, Amartha konsisten memfokuskan layanannya pada pengusaha akar rumput, khususnya perempuan di pedesaan. Perusahaan tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem yang mencakup pendampingan usaha, penguatan komunitas, serta pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.

Komitmen tersebut tercermin dari kinerja pembiayaan Amartha hingga saat ini. Berdasarkan data perusahaan, Amartha telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp35 triliun kepada lebih dari 3,3 juta pelaku UMKM yang tersebar di lebih dari 50.000 desa di seluruh Indonesia.

Capaian ini menunjukkan besarnya peran perusahaan dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya sulit menjangkau layanan perbankan formal. Dari sisi kualitas pembiayaan, Amartha juga mencatatkan kinerja yang relatif terjaga. Tingkat Keberhasilan Bayar dalam 90 hari (TKB90) perusahaan mencapai 95,61 persen per 11 Januari 2026.

Angka ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga rasio pembayaran tetap sehat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Harumi menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kualitas kredit tidak terlepas dari penerapan sistem mitigasi risiko yang berlapis.

Perusahaan terus melakukan penyempurnaan model AI serta meningkatkan kapasitas tenaga lapangan agar mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi dan sosial di masyarakat.

Ke depan, Amartha berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi teknologi sekaligus mempertahankan pendekatan berbasis komunitas. Perusahaan meyakini bahwa sinergi antara teknologi dan interaksi manusia menjadi kunci dalam menciptakan industri fintech yang berkelanjutan, inklusif, dan bertanggung jawab.

Dengan strategi tersebut, Amartha berharap dapat terus mendukung pertumbuhan UMKM nasional sekaligus menjaga kepercayaan investor dan masyarakat terhadap industri P2P lending di Indonesia.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:aiAmarthaKredit MacetLapanganPemantauan LapanganResiko Kredit MacetTekan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Bendera Iran, Miniatur Donald Trump (Sumber : kontan.co.id) Ketegangan Iran–AS Meningkat, Protes Terbesar Sejak 2022 Terus Berlangsung
Next Article Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur 5 Kilometer
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

23 hours ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index