By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Ketegangan Iran–AS Meningkat, Protes Terbesar Sejak 2022 Terus Berlangsung
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ketegangan Iran–AS Meningkat, Protes Terbesar Sejak 2022 Terus Berlangsung

InternasionalPolitik

Ketegangan Iran–AS Meningkat, Protes Terbesar Sejak 2022 Terus Berlangsung

Adrian
By
Adrian
6 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Bendera Iran, Miniatur Donald Trump (Sumber : kontan.co.id)
Foto : Bendera Iran, Miniatur Donald Trump (Sumber : kontan.co.id)
SHARE

Inversi Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Contents
Protes Terbesar Sejak 2022Sikap Pemerintah IranIsrael dan AS dalam Siaga TinggiDimensi Internasional dan Risiko Eskalasi

Pemerintah Iran menegaskan akan melancarkan serangan balasan berskala luas apabila AS melakukan intervensi militer di tengah gelombang protes besar-besaran yang masih berlangsung di Tehran dan sejumlah kota lainnya. Situasi ini menempatkan Israel dan pasukan AS di kawasan dalam status siaga tinggi.

Ancaman tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, pada Minggu (11/1/2026). Qalibaf menyebut setiap bentuk serangan terhadap Iran akan dibalas dengan kekuatan penuh, termasuk terhadap target militer AS dan Israel.

“Dalam kasus serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel), serta seluruh pangkalan dan kapal Amerika Serikat akan menjadi target sah kami,” ujar Qalibaf dalam pernyataan resminya.

Qalibaf, yang merupakan mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), memperingatkan bahwa kesalahan perhitungan oleh pihak luar dapat memicu konflik regional yang jauh lebih luas. Pernyataan ini mencerminkan sikap keras elite politik Iran dalam menghadapi tekanan internasional yang meningkat di tengah instabilitas domestik.

Protes Terbesar Sejak 2022

Di dalam negeri, Iran tengah menghadapi gelombang protes yang disebut sebagai yang terbesar sejak 2022. Aksi unjuk rasa yang dimulai pada 28 Desember lalu awalnya dipicu oleh kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi yang semakin berat.

Namun, seiring waktu, tuntutan massa berkembang menjadi seruan perubahan terhadap pemerintahan ulama (clerical government) yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Demonstrasi berlangsung di berbagai wilayah, termasuk Tehran, Isfahan, dan Mashhad. Massa aksi terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga kelompok kelas menengah yang terdampak inflasi tinggi dan pengangguran.

Berdasarkan laporan Human Rights Activists News Agency (HRANA), sebuah kelompok pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, sedikitnya 116 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian kerusuhan tersebut. Dari jumlah itu, 37 korban disebut berasal dari aparat keamanan. Namun, angka ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga :

Apakah Musik Bisa Meningkatkan IQ? Ini Faktanya!
Gus Samsudin Ditangkap Usai Bikin Konten Tukar Pasangan Suami Istri

Pemerintah Iran memberlakukan pembatasan akses internet secara luas, sehingga informasi dari lapangan sulit diperoleh. Televisi pemerintah Iran menayangkan ratusan kantong jenazah dan menyebut korban tewas sebagai akibat aksi “teroris bersenjata” yang dituding merusak fasilitas umum, membakar bank, serta menyerang masjid.

Sikap Pemerintah Iran

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik eskalasi kerusuhan. Ia menilai kekuatan asing berupaya memanfaatkan ketidakpuasan publik untuk melemahkan stabilitas negara.

“Kami memiliki bukti adanya pihak-pihak yang menyusup dan melakukan tindakan kekerasan. Ini bukan protes damai, tetapi upaya terorganisasi untuk menciptakan kekacauan,” ujar Pezeshkian dalam pidato kenegaraan.

Meski demikian, Presiden Iran juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terprovokasi untuk terlibat dalam aksi kekerasan. Ia menegaskan pemerintah bersedia mendengarkan aspirasi rakyat dan berkomitmen mencari solusi atas persoalan ekonomi yang dihadapi.

Israel dan AS dalam Siaga Tinggi

Di tengah situasi tersebut, Israel meningkatkan kewaspadaan militernya. Meski pejabat pertahanan Israel menegaskan bahwa protes di Iran merupakan urusan internal, mereka tetap menyiapkan langkah defensif jika ancaman Iran direalisasikan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Israel akan mendapat balasan serius. Namun, ia juga menyatakan bahwa pihaknya masih mencermati perkembangan situasi di dalam Iran sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Sementara itu, Amerika Serikat terus memantau kondisi dengan cermat. Pembicaraan tingkat tinggi antara Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dilaporkan telah membahas berbagai skenario, termasuk kemungkinan intervensi AS jika situasi memburuk.

Mantan Presiden AS Donald Trump turut angkat bicara melalui media sosial. Ia menyatakan dukungannya terhadap rakyat Iran yang tengah berunjuk rasa dan menyebut situasi saat ini sebagai momentum kebebasan.

“Iran sedang melihat kebebasan, mungkin seperti belum pernah sebelumnya. Amerika Serikat siap membantu,” tulis Trump.

Dimensi Internasional dan Risiko Eskalasi

Pengamat hubungan internasional menilai krisis Iran saat ini berpotensi memicu ketegangan regional yang lebih luas, terutama jika terjadi salah langkah dari pihak luar. Ancaman Iran terhadap pangkalan militer AS dan Israel menempatkan kawasan Timur Tengah dalam posisi rawan konflik terbuka.

Selain faktor geopolitik, krisis ini juga memperlihatkan tekanan ekonomi dan sosial yang semakin berat di Iran akibat sanksi internasional, inflasi, serta keterbatasan akses perdagangan global. Kondisi tersebut memperbesar potensi instabilitas jangka panjang jika tidak diiringi reformasi kebijakan yang signifikan.

Situasi Iran kini menjadi sorotan dunia internasional, dengan keseimbangan antara tekanan eksternal, dinamika politik domestik, dan risiko konflik bersenjata menjadi faktor penentu arah perkembangan selanjutnya.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia
Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
TAGGED:AsIran-ASKeteganganMeningkatProtesProtes Terbesar
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Sumber : kontan.co.id) Tech Winter Tekan Investasi, OJK Lihat AI Jadi Motor Baru Modal Ventura
Next Article Foto : VP Public Relations Amartha, Harumi Supit (Sumber : kontan.co.id) Amartha Terapkan AI dan Pemantauan Lapangan untuk Tekan Risiko Kredit Macet
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

HukumTerkini

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

6 days ago
Pildun 2026Terkini

Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam

6 days ago
Internasional

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum

6 days ago
InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

6 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index