By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Anemia Defisiensi Besi Masih Tinggi, Ahli Tekankan Peran Gizi Sejak Dini
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anemia Defisiensi Besi Masih Tinggi, Ahli Tekankan Peran Gizi Sejak Dini

Kesehatan

Anemia Defisiensi Besi Masih Tinggi, Ahli Tekankan Peran Gizi Sejak Dini

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi anemia. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. Luciana Sutanto, MS, SpGK (K), menegaskan pentingnya perhatian terhadap asupan gizi untuk mencegah anemia defisiensi besi, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Masa ini dinilai krusial dalam menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang sejak dini.

Contents
Fokus Gizi Sejak Remaja dan KehamilanSelektif Informasi dan Pilihan MakananPeran Zat Besi dan Vitamin Pendukung

Dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis, dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan bahwa anemia defisiensi besi termasuk dalam kategori anemia gizi yang berkaitan erat dengan ketidakcukupan asupan zat gizi.

“Kenyataannya memang kita masih mendapati anemia di Indonesia sangat tinggi, terutama anemia kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi). Ini memang harus disikapi dengan pencegahan, terutama kesehatan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan,” kata Luciana.

Fokus Gizi Sejak Remaja dan Kehamilan

Luciana menyampaikan bahwa upaya pencegahan anemia perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan. Pemenuhan gizi sebaiknya dipersiapkan sejak masa remaja, terutama bagi perempuan, agar kondisi kesehatan lebih siap ketika memasuki masa kehamilan dan melahirkan.

“Sebelum itu, perempuan yang akan hamil memang harus dipersiapkan kesehatannya. Remaja putri itu penting sekali tahu gizi, tahu bahwa nantinya kalau mereka akan hamil dan melahirkan itu harus siap. Karena kalau tiba-tiba hamil, tapi, enggak sehat, perjuangannya menjadi lebih kompleks lagi,” tutur Luciana.

Ia menambahkan, perhatian terhadap gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga setelah kelahiran, menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Selektif Informasi dan Pilihan Makanan

Presiden Indonesian Nutrition Association (INA) itu juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menyerap informasi terkait pola makan sehat yang kini semakin beragam. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Luciana menyarankan masyarakat untuk merujuk pada Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan yang telah mengatur kebutuhan nutrisi untuk berbagai kelompok, mulai dari ibu hamil, perempuan dewasa, hingga anak-anak.

“Marilah kita mengacu kepada pedoman makan yang sehat ini dan bersama-sama mensosialisasikan karena banyak sekali informasi yang benar-benar menggiring ke arah yang tidak sehat,” kata Luciana.

Baca Juga :

Di Tengah Krisis Ekonomi, Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal Guru Honorer
BRIN Gandeng Pakistan Buat Kerja Sama Riset Nuklir

Peran Zat Besi dan Vitamin Pendukung

Dalam pencegahan anemia, Luciana menekankan pentingnya konsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti hati ayam dan daging, yang sejak lama dikenal sebagai sumber zat besi yang baik.

Seiring perubahan gaya hidup, ia menilai produk pangan komersial yang telah diperkaya zat besi juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif praktis, selama dipilih dengan cermat. Selain itu, konsumsi vitamin yang mendukung penyerapan zat besi, seperti vitamin C, juga perlu diperhatikan agar manfaat zat besi dapat optimal diserap tubuh.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:AnemiaGizi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Indonesia Lampaui Target Emas, Bonus Atlet SEA Games Capai Rp465 Miliar
Next Article Parekraf Catat Penurunan Kunjungan Wisatawan Kepulauan Seribu Sepanjang 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 (Sumber : www.bgn.go.id)
MBG

Program MBG Menjadi Gerakan Sosial Investasi Gizi Nasional

4 weeks ago
Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index