By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: BBM Bisa Hilang dari SPBU! Ahli Bongkar Alasan Harga Non-Subsidi Harus Naik
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » BBM Bisa Hilang dari SPBU! Ahli Bongkar Alasan Harga Non-Subsidi Harus Naik

EkonomiTerkini

BBM Bisa Hilang dari SPBU! Ahli Bongkar Alasan Harga Non-Subsidi Harus Naik

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
4 Min Read
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai keputusan pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi sudah tepat demi mengamankan stok BBM nasional. (Foto, Dok Pribadi)
SHARE

JAKARTA — Di tengah riuh protes soal kenaikan harga BBM non-subsidi, publik perlu dihadapkan pada kenyataan yang jarang dibicarakan, yakni hal ini bukan sekadar soal mahal atau murah. Namun, soal ada atau tidaknya stok energi di SPBU.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengungkapkan pemerintah saat ini berada dalam posisi serba sulit. Secara aturan, harga BBM non-subsidi memang ditentukan oleh badan usaha. Namun realitasnya, keputusan tetap tidak bisa lepas dari restu pemerintah sebagai pemegang saham utama, khususnya di PT Pertamina (Persero).

“Artinya kalau pemegang saham belum berikan persetujuan mereka gak bisa naikkan BBM non subsidi. Meskipun disebut itu sebagai kewenangan badan usaha tetapi di dalamnya badan usaha kan ada pemegang saham yaitu pemerintah,” ungkap Komaidi yang dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).

Di sisi lain, pemerintah memilih menahan harga BBM yang paling banyak dipakai masyarakat seperti Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92). Langkah ini jelas untuk menjaga daya beli, terutama di sektor transportasi yang menjadi tulang punggung aktivitas harian.

Namun di balik harga stabil itu, ada tekanan besar yang tidak terlihat. Komaidi menegaskan, tanpa penyesuaian harga BBM non-subsidi, risiko yang dihadapi bukan sekadar kerugian, tapi ancaman nyata terhadap pasokan energi nasional. Perhitungan ReforMiner menunjukkan adanya selisih harga antara Rp5.000 hingga Rp9.000 per liter dibandingkan harga keekonomian.

“Kalau ini gak segera ada penyesuaian karena memang ada selisih harga antara Rp5.000-Rp9.000 harga yang dijual Pertamina, berdasarkan cash flow yang ada itu akan tergerus terus dan kemungkinan di akhir Juni udah gak bisa mengadakan BBM lagi Pertamina kalau ini gak ada kebijakan,” jelasnya. Sederhana, jika harga terus ditahan, maka lama kelamaan stok bisa hilang.

Situasi ini juga yang membuat pemerintah mulai mendorong penyesuaian pada BBM non-subsidi. PT Pertamina (Persero) sendiri telah lebih dulu menaikkan harga beberapa produk sejak 18 April 2026, terutama untuk bensin beroktan tinggi dan diesel.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa kenaikan ini tidak lepas dari tekanan global. “Penyesuaian harga LPG NPSO (Non Subsidi) ini kurang lebih sama dengan BBM NPSO dipengaruhi harga pasar dan kondisi geopolitik saat ini ya,” kata Roberth, Senin (20/4/2026).

Sementara itu, untuk BBM seperti Pertamax (RON 92), keputusan masih dalam tahap evaluasi bersama pemerintah.

Baca Juga :

Wagub Surya Buka Rakerda PWI Sumut, Tekankan Pentingnya Pers Junjung Nilai Demokrasi dan HAM
Film Action Dengan Budget Rendah, Tapi Meledak di Pasaran

Berdasarkan data resmi MyPertamina untuk wilayah DKI Jakarta, harga terbaru menunjukkan lonjakan signifikan pada BBM non-subsidi:

  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400/liter (dari Rp13.100)
  • Dexlite: Rp23.600/liter (dari Rp14.200)
  • Pertamina Dex: Rp23.900/liter (dari Rp14.500)

Sedangkan BBM yang digunakan mayoritas masyarakat masih ditahan:

  • Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter
  • Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter
  • Solar subsidi: Rp6.800/liter

Di sinilah pesan keras pemerintah mulai terasa. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan menyentil fenomena pergeseran konsumsi BBM yang dinilai tidak tepat sasaran dengan ungkapan, “masa orang kaya serobot bensin rakyat?”

Sindiran ini bukan tanpa alasan. Ketika pengguna kendaraan mewah mulai beralih ke BBM yang lebih murah, beban subsidi semakin membengkak, sementara BBM non-subsidi justru menanggung tekanan harga global.

Dengan kondisi ini, penyesuaian harga BBM non-subsidi bukan lagi pilihan populer, tapi langkah pahit yang harus diambil. Tujuannya bukan menyulitkan, melainkan memastikan satu hal mendasar, yaitu BBM tetap tersedia saat dibutuhkan.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:BBM Non SubsidiDirektur Eksekutif ReforMiner InstituteKomaidi Notonegoro
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Klarifikasi Tegas Jisoo BLACKPINK, Bantah Keterlibatan dalam Kontroversi Keluarga
Next Article G-Dragon Bocorkan Tur 20 Tahun Big Bang di Panggung Coachella
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

23 hours ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index