By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: PKS Apresiasi Langkah ESDM Hentikan Impor BBM, DPR Nilai Momentum Penting Kedaulatan Energi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » PKS Apresiasi Langkah ESDM Hentikan Impor BBM, DPR Nilai Momentum Penting Kedaulatan Energi

Ekonomi

PKS Apresiasi Langkah ESDM Hentikan Impor BBM, DPR Nilai Momentum Penting Kedaulatan Energi

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
4 Min Read
Anggota Komisi XII dari Fraksi PKS DPR RI Ateng Sutisna. (Foto : ANTARA)
Anggota Komisi XII dari Fraksi PKS DPR RI Ateng Sutisna. (Foto : ANTARA)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menghentikan impor bahan bakar minyak dinilai sebagai langkah strategis menuju swasembada energi nasional. Kebijakan ini mendapat dukungan dari DPR RI, salah satunya datang dari Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ateng Sutisna yang menyebut langkah tersebut sebagai babak baru dalam memperkuat kedaulatan energi Indonesia.

Ateng menilai penghentian impor BBM, yang diawali dengan kebijakan setop impor solar sejak awal tahun 2026, mencerminkan keberanian pemerintah untuk keluar dari ketergantungan lama terhadap pasokan energi luar negeri. Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan peningkatan kapasitas kilang nasional yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.

“Ini adalah ujian serius bagi negara, apakah kita benar benar berani keluar dari ketergantungan impor dan berdiri tegak menghadapi kepentingan lama yang selama puluhan tahun diuntungkan oleh skema impor BBM,” ujar Ateng di Jakarta, Sabtu 17 Januari 2026.

Ia menyoroti peran penting modernisasi kilang dalam negeri, khususnya melalui proyek Refinery Development Master Plan di Balikpapan yang dikelola oleh Pertamina. Proyek tersebut telah meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari sebelumnya menjadi sekitar 360 ribu barel per hari. Selain meningkatkan volume produksi, kilang hasil modernisasi juga mampu menghasilkan BBM berkualitas tinggi setara standar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Ateng, peningkatan kapasitas dan kualitas kilang nasional seharusnya mengakhiri keraguan lama terhadap kemampuan industri migas dalam negeri. Ia menilai, selama ini selalu muncul narasi bahwa kilang nasional belum siap, teknologinya tertinggal, atau produknya tidak kompetitif. Padahal, berbagai proyek pengembangan dan modernisasi kilang saat ini telah membuktikan sebaliknya.

“Berbagai proyek kilang nasional menunjukkan hasil konkret. Artinya, alasan untuk terus bergantung pada impor sudah semakin tidak relevan,” ujarnya.

Ateng juga menekankan bahwa ketergantungan impor BBM tidak hanya berdampak pada defisit neraca perdagangan dan tekanan terhadap cadangan devisa negara, tetapi juga membuka ruang bagi praktik pemburu rente yang kerap disebut publik sebagai mafia migas. Menurutnya, impor BBM selama puluhan tahun telah menjadi zona nyaman bagi segelintir pihak yang menikmati keuntungan dari rantai pasok luar negeri.

Ia menilai, jika kebijakan penghentian impor BBM dijalankan secara konsisten, maka ruang gerak praktik rente tersebut akan semakin sempit. Pada saat yang sama, industri migas nasional akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat.

Menanggapi isu bahwa kebijakan ini akan membatasi ruang usaha SPBU swasta, Ateng menilai anggapan tersebut keliru. Ia justru melihat kebijakan ini sebagai upaya menciptakan persaingan yang lebih sehat dan adil di sektor hilir migas.

Baca Juga :

Jokowi dan Ibu Negara dalam Perjalanan Menuju Jakarta saat Gempa Bantul
Tips Public Speaking dari Cupu Jadi Suhu

“SPBU swasta tetap bisa beroperasi. Bedanya, pasokan BBM diprioritaskan dari kilang dalam negeri, sama seperti SPBU milik Pertamina. Persaingan nantinya ditentukan oleh efisiensi logistik, kualitas layanan, inovasi bisnis, dan transparansi harga, bukan oleh akses impor,” jelasnya.

Ateng menegaskan bahwa publik kini menanti konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan energi tersebut. Ia berharap langkah yang diinisiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini tidak berhenti di tingkat wacana, melainkan benar benar diwujudkan secara berkelanjutan.

“Jika konsisten dijalankan, kebijakan ini akan memutus mata rantai pemburu rente yang selama ini menggantungkan keuntungannya pada impor, sekaligus memperkuat fondasi swasembada energi nasional,” pungkas Ateng.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:Bahlil LahadaliaESDMKementerian ESDMPKS
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Infografis sejarah kecelakaan pesawat ATR di Indonesia, data jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung 2026, dan statistik keselamatan penerbangan perintis. ATR : Pesawat Andal dengan Sejarah Insiden Fatal
Next Article Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman. (Foto : Detikcom/Heri Purnomo) Bidik Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari, ESDM Genjot EOR dan Optimalisasi Sumur Rakyat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

7 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index