By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Blok Masela Bangkit! Pemerintah Tancap Gas, Produksi Dimulai 2029
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Blok Masela Bangkit! Pemerintah Tancap Gas, Produksi Dimulai 2029

Terkini

Blok Masela Bangkit! Pemerintah Tancap Gas, Produksi Dimulai 2029

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
8 months ago
Share
3 Min Read
Blok migas Masela yang berlokasi di Laut Arafura, sekitar 800 km timur Kupang, Nusa Tenggara Timur,
SHARE

JAKARTA
Proyek raksasa Blok Masela akhirnya memasuki babak baru setelah 26 tahun hanya berkutat pada perdebatan dan tarik-ulur tanpa kepastian. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah tidak lagi mentolerir proyek mangkrak.

“Ada 300 sumur yang sudah POD tapi tidak jalan-jalan… INPEX itu sudah 26 tahun dikuasai oleh Jepang. Kalau kalian tidak jalan, saya akan cabut izin,” tegas Bahlil dalam rapat bersama Komisi VII DPR, pekan lalu. Pernyataan ini menjadi sinyal paling keras dari pemerintah untuk memastikan seluruh proyek energi berjalan sesuai target.

Setelah bertahun-tahun terjebak dalam perdebatan lokasi pengembangan—apakah LNG onshore atau offshore—pemerintah akhirnya mengambil sikap tegas. Proses Final Investment Decision (FID) hingga tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC)kini sudah mulai bergerak.

Bahlil memastikan bahwa kebijakan ini bukan sekadar ancaman, tetapi langkah nyata untuk mengamankan kepentingan energi nasional. “Surat teguran pertama sudah dikirim. FID sedang berjalan. InsyaAllah 2029 Blok Masela mulai produksi,” ujarnya, menandai titik balik proyek strategis ini.

Dampaknya tidak main-main. Blok Masela diproyeksikan menghasilkan 10,5 juta ton setara LNG per tahun, termasuk 9,5 juta ton LNG dan 35 ribu barel kondensat per hari, —volume yang setara lebih dari 10% impor tahunan LNG Jepang.

Jika target 2029 tercapai, Indonesia tidak hanya menghidupkan kembali proyek yang sempat dianggap mandek, tetapi juga memperkuat posisi dalam peta energi global. Momentum ini menunjukkan bahwa Indonesia kini bergerak lebih tegas, lebih cepat, dan lebih percaya diri menuju kemandirian energi nasional.

Sejarah Blok Masela dimulai dengan penemuan cadangan gasnya oleh INPEX pada tahun 2000, namun pengembangannya berjalan lambat selama bertahun-tahun karena berbagai kendala seperti harga komoditas dan perdebatan antara pengembangan kilang di darat (onshore) atau di laut (offshore).

Perkembangan signifikan terjadi ketika Shell masuk ke dalam proyek, disusul dengan akuisisi saham 35% oleh Pertamina dan Petronas pada tahun 2023 setelah Shell keluar dari proyek ini.

Kronologi dan perkembangan
2000: Cadangan gas ditemukan oleh INPEX Masela Ltd. melalui sumur eksplorasi pertama, Sumur Abadi-1.
2011: Shell masuk ke dalam proyek dengan kepemilikan saham 35%, sementara Inpex memegang 65%.
2016: Terjadi “drama” perebutan lokasi pembangunan fasilitas pengelolaan di darat antara Kabupaten Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara Barat, setelah Presiden Joko Widodo memutuskan pengembangan menggunakan pola onshore.
2019: Shell memutuskan untuk mundur dari proyek karena mengevaluasi portofolio bisnisnya di seluruh dunia.
2023: Pertamina dan Petronas mengakuisisi 35% saham yang ditinggalkan Shell. Pertamina memiliki 20% saham melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan Petronas Masela Sdn Bhd memiliki 15%.
Desember 2023: Revisi Rencana Pengembangan II (POD II) untuk proyek LNG Masela Abadi disetujui oleh pemerintah.
Sejak 2023: Proyek ini diharapkan akan segera dimulai, menerapkan teknologi seperti carbon capture sejak tahap awal desain untuk menekan emisi.
2025: Proyek ini diproyeksikan akan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, dengan target produksi mulai tahun 2029.

Baca Juga :

Kementerian ESDM Selamatkan 50 Ribu Ton Batubara Ilegal di Kutai Kartanegara, Siap Dilelang untuk PNBP
Tragis! Arjuna Tamaraya Tewas Dikeroyok Gegara Numpang Tidur di Masjid Sibolga

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
TAGGED:Bahlil LahadaliaBlok Migas MaselaKetahanan energi nasionalMenteri ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Terbit Sejak 1970-an! Pakar Bongkar ‘Warisan Izin Tambang’ di Raja Ampat, Pemerintah Wajib Cabut IUP Bermasalah
Next Article Istimewa Dua Seniman Indonesia Berjaya di MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2025: Prestasi Besar Seni Rupa Nusantara di Asia Tenggara
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

1 day ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index