MEDAN, INVERSI – Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution menegaskan pihaknya terus mengebut realisasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumut.
Hingga kini, kata dia, sudah ada 648 unit huntap dilakukan groundbreaking, yang lokasinya berada di Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Kota Sibolga.
Bobby melaporkan khusus di Taput, lokasi huntap berada di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting dengan luas lahan 5 hektare.
“Dengan jumlah 103 unit huntap,” ujar Bobby Nasution saat mengikuti rapat secara daring di Aula Tengku Rizal Nurdin (TRN), Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, dikutip Selasa (30/12/2025).
Sementara di Tapsel, lokasinya berada di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru. Adapun lahan yang disiapkan mencapai 61.942 meter persegi, dengan huntap yang disiapkan sebanyak 227 unit.
Lalu, lokasi huntap yang disiapkan di Tapteng berada di Lahan Asrama Haji Sitonong Bangun, Kecamatan Pinangsori dengan luas lahan 1,3 hektare, akan dibangun jumlah huntap sebanyak 118 unit.
Kemudian, di Kota Sibolga berada di Jalan Sudirman, Keluarahan Aek Porombunan, Kecamatan Sibolga Selatan. Luas lahannya 5,1 hektare dengan jumlah huntap 200 unit.
“Selain 648 unit huntap tersebut, rencana huntap selanjutnya sebanyak 343 unit. Lokasinya berada di Tapteng, Kelurahan Tukka, Desa Lumut. Jumlahnya sebanyak 86 unit,” ucap Bobby.
Kemudian, rencana huntap berada di Tapsel, Desa Tandihat, sebanyak 186 unit. Selanjutnya, huntap di Kabupaten Humbanghasundutan yang lokasinya berada di Desa Panggunggurgan dengan jumlah 35 unit, dan Desa Sampe Tua/Onan Ganjang sebanyak 36 unit huntap.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta kepala daerah proaktif mengusulkan validasi data huntap.
Dalam hal ini, ujar dia, Kementerian PKP membutuhkan usulan lokasi riil, agar pembangunannya bisa direalisasikan segera.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk segera melaporkan jumlah data hunian masyarakat yang berada pada kategori rusak ringan, sedang, berat, hanyut atau hilang, dampak dari bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang di penghujung November 2025.
Selain hunian yang akan dibangun oleh pemerintah melalui APBN, Yayasan Buddha Tzu Chi dan Danantara juga disebut-sebut akan membangun 15.000 unit hunian tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Jangan terlalu jauh dari ekosistem, seperti sekolah, rumah sakit, ladang sebagai tempat pencaharian masyarakat. Saya minta tolong daerah kaji hunian yang benar-benar siap,” kata Maruarar.
Sebegai informasi, Bobby melaporkan hal tersebut pada rapat pembahasan lanjutan pembangunan Huntap di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang dipimpin Menteri PKP Maruarar Sirait, secara daring.
Kemudian, turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf, Kepala BNBP Suharyanto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, dan kepala daerah yang terkena dampak bencana.