By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Di Tengah Krisis Energi Global, Ekonom Nilai Harga BBM Indonesia Masih Paling Stabil di ASEAN
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Di Tengah Krisis Energi Global, Ekonom Nilai Harga BBM Indonesia Masih Paling Stabil di ASEAN

EkonomiTerkini

Di Tengah Krisis Energi Global, Ekonom Nilai Harga BBM Indonesia Masih Paling Stabil di ASEAN

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi - SPBU Pertamina Patra Niaga. Jika pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM non subsidi maka kenaikan tersebut masih yang termurah di Asia Tenggara. (Foto, Antara/Dok-PT Pertamina Patra Niaga)
SHARE

JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia dinilai para ekonom sebagai langkah yang logis sekaligus sehat secara ekonomi, terutama di tengah lonjakan harga minyak dunia yang kini menembus kisaran USD130 per barel akibat ketegangan geopolitik global.

Para akademisi menilai, penyesuaian harga pada BBM non-subsidi justru mencerminkan mekanisme pasar yang normal. Produk energi yang tidak mendapat subsidi pemerintah memang dirancang mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia serta indikator pasar internasional seperti Mean of Platts Singapore (MOPS).

Ekonom Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, dalam keteranganya yang dikirim ke redaksi inversi.id, Senin (30/3) menilai kenaikan harga BBM non-subsidi yang terjadi saat ini masih berada dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan jika dibandingkan dengan tekanan harga energi global.

“Jika dilihat dari persentasenya, kenaikan BBM non-subsidi masih relatif moderat. Ini adalah konsekuensi logis karena harga produk tersebut memang mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia,” ujarnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah produk BBM non-subsidi mengalami penyesuaian harga. Pertamax misalnya naik dari sekitar Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green meningkat dari Rp12.450 menjadi Rp12.900. Produk Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter.

Sementara pada segmen solar non-subsidi, Dexlite naik dari sekitar Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex meningkat dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Menurut Wisnu, jika dibandingkan dengan lonjakan harga minyak dunia yang sangat tajam dalam beberapa bulan terakhir, kenaikan harga BBM non-subsidi di Indonesia justru masih tergolong terkendali.

Kondisi ini tidak lepas dari tekanan global terhadap sektor energi. Konflik geopolitik di sejumlah kawasan strategis dunia memicu gangguan pasokan minyak serta distribusi energi internasional. Dampaknya, harga minyak mentah melonjak dan memaksa banyak negara melakukan penyesuaian harga bahan bakar.

Namun berbeda dengan sebagian negara lain, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas harga energi domestik melalui kebijakan pengelolaan subsidi energi yang selektif.

Baca Juga :

Menteri ESDM Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Distribusi Energi di Aceh Pascabencana
Victor Lai Juara Indonesia Open 2026, Ternyata Pernah Berguru kepada Pelatih Indonesia

Para ekonom menilai pemerintah memilih strategi yang relatif seimbang, yakni membiarkan harga BBM non-subsidi mengikuti mekanisme pasar, sementara pada saat yang sama menjaga harga BBM bersubsidi agar tetap stabil demi melindungi daya beli masyarakat.

Pendekatan ini membuat harga energi di Indonesia secara keseluruhan tetap tergolong stabil, bahkan masih menjadi salah satu yang paling terkendali di kawasan ASEAN.

Di banyak negara lain, lonjakan harga minyak dunia sering kali langsung memicu kenaikan tajam harga BBM di semua segmen. Namun di Indonesia, tekanan tersebut sebagian besar hanya terjadi pada sektor non-subsidi yang memang diperuntukkan bagi konsumen menengah ke atas.

Karena itu, para ekonom menilai penyesuaian harga BBM non-subsidi saat ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian dari strategi menjaga keseimbangan fiskal negara, stabilitas ekonomi nasional, dan keberlanjutan sistem energi di tengah ketidakpastian global.

Dengan dinamika geopolitik yang masih berpotensi memicu gejolak harga minyak dunia, kebijakan energi yang adaptif dinilai menjadi kunci agar ekonomi nasional tetap stabil tanpa mengorbankan perlindungan terhadap masyarakat luas.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:ASEANBBM non-subsidiWisnu Wibowo
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Program MBG Dorong Penurunan Stunting dan Perkuat Ekonomi Daerah
Next Article Iran Siapkan Tarif Tol Selat Hormuz, Kapal Asing Wajib Bayar dengan Mata Uang Nasional
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

22 hours ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index