By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Diabetes Melitus pada Anak Muda Meningkat, Dokter Ungkap Penyebab dan Solusinya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Diabetes Melitus pada Anak Muda Meningkat, Dokter Ungkap Penyebab dan Solusinya

Kesehatan

Diabetes Melitus pada Anak Muda Meningkat, Dokter Ungkap Penyebab dan Solusinya

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
7 Min Read
Diabetes Melitus
SHARE

INVERSI.ID – Diabetes melitus pada anak muda kini menjadi fenomena medis yang mengkhawatirkan. Meski sebelumnya identik dengan usia lanjut, tren terbaru menunjukkan bahwa penyakit ini semakin banyak menyerang generasi produktif berusia 20 hingga 40 tahun. Lonjakan kasus ini tak lepas dari gaya hidup modern yang serba instan, minim gerak, dan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula.

Contents
Fakta Medis: Mayoritas Pasien Muda Alami ObesitasMengenal Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2Bagaimana Pola Hidup Buruk Picu Diabetes?Faktor Risiko Lain pada Anak MudaPencegahan, Langkah Nyata Sejak DiniDampak Jangka Panjang Jika Tidak Ditangani

Data dari Eka Hospital BSD mencatat peningkatan signifikan. Dalam periode Desember 2020 hingga Juni 2025, ada 691 pasien diabetes berusia di bawah 40 tahun. Fakta ini menegaskan bahwa diabetes melitus pada anak muda bukan lagi kasus langka, melainkan fenomena yang nyata dan membutuhkan perhatian serius dari masyarakat maupun tenaga medis.

Pola hidup yang buruk menjadi pemicu utama. Menurut penelitian klinis, diabetes melitus pada anak muda erat kaitannya dengan obesitas, kurang olahraga, konsumsi makanan cepat saji, serta tingginya konsumsi minuman manis seperti boba, soda, hingga kopi susu kekinian. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius mulai dari hipertensi, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung.

Fakta Medis: Mayoritas Pasien Muda Alami Obesitas

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Permata Hijau, dr. Pandu Tridana Sakti, mengungkapkan bahwa 84 persen pasien muda yang terdiagnosis diabetes tipe 2 mengalami obesitas. Obesitas terbukti menjadi salah satu faktor risiko terbesar dalam perkembangan penyakit diabetes melitus.

“Selain obesitas, kami juga menemukan bahwa 73 persen pasien memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 39 persen mengalami hipertensi. Jadi, kasusnya bukan hanya diabetes tunggal, tapi sudah kompleks dengan penyakit penyerta lain,” ujar Pandu dalam Temu Media Eka Hospital di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup tidak sehat di usia muda berdampak ganda. Selain meningkatkan risiko diabetes melitus, kebiasaan buruk ini juga memperbesar kemungkinan munculnya komorbid lain yang memperburuk kualitas hidup.


Mengenal Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Secara umum, diabetes melitus terbagi menjadi dua tipe utama. Pertama, diabetes tipe 1 yang dipicu gangguan autoimun, di mana pankreas tidak mampu memproduksi insulin. Kondisi ini biasanya muncul sejak kecil dan sulit dicegah.

Kedua, diabetes tipe 2 yang kini mendominasi kasus di kalangan anak muda. Penyakit ini muncul akibat resistensi insulin, yaitu kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pola makan tinggi gula, kurangnya aktivitas fisik, dan berat badan berlebih menjadi faktor utama penyebab diabetes tipe 2.

Menurut dr. Pandu, pola hidup buruk merupakan pemicu paling dominan diabetes melitus.

Baca Juga :

Kinaryosi Fairuz: Anak SMA Jember yang Keluar dari Zona Nyaman dan Jadi Juara!
Fakta-Fakta Kapal BBM Terbakar di Pelabuhan Marunda, Kerugian Sekitar Rp 500 Juta

“Kebiasaan makan fast food, konsumsi minuman manis, serta minimnya asupan sayur dan buah adalah gaya hidup umum anak muda saat ini. Jika tidak segera diubah, diabetes melitus akan muncul lebih cepat dari yang diperkirakan,” tegasnya.

Bagaimana Pola Hidup Buruk Picu Diabetes?

Pola hidup modern yang serba praktis ternyata membawa dampak kesehatan serius. Anak muda cenderung memilih makanan cepat saji karena dinilai lebih hemat waktu. Padahal, makanan jenis ini umumnya tinggi lemak jenuh, garam, dan kalori.

Selain itu, budaya nongkrong dengan minuman kekinian seperti boba, kopi manis, atau minuman bersoda turut mempercepat lonjakan kasus diabetes. Tubuh yang menerima asupan gula berlebih akan kesulitan memprosesnya, sehingga gula darah meningkat drastis. Jika kondisi ini berlangsung lama, resistensi insulin terbentuk, dan pada akhirnya berujung pada diabetes.

Lebih parah lagi, gaya hidup sedentari alias malas bergerak memperparah risiko. Anak muda yang jarang olahraga atau terlalu lama duduk saat bekerja maupun belajar memiliki peluang lebih besar terkena diabetes dibanding mereka yang aktif secara fisik.

Faktor Risiko Lain pada Anak Muda

Selain pola makan dan kurangnya aktivitas fisik, ada sejumlah faktor risiko lain yang membuat anak muda rentan terhadap diabetes tipe 2, di antaranya:

  1. Genetik dan riwayat keluarga – Jika salah satu orang tua atau saudara kandung menderita diabetes, risiko seseorang meningkat.
  2. Kualitas tidur buruk – Begadang dan kurang tidur dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk sensitivitas insulin.
  3. Stres kronis – Tekanan akademik, pekerjaan, maupun gaya hidup yang penuh tekanan dapat meningkatkan kadar gula darah.
  4. Berat badan berlebih – Lemak yang menumpuk di sekitar perut menjadi faktor risiko paling signifikan dalam resistensi insulin.

Pencegahan, Langkah Nyata Sejak Dini

Dr. Pandu menegaskan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Langkah sederhana berikut bisa membantu menurunkan risiko diabetes pada anak muda:

  • Jaga pola makan sehat: perbanyak konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian. Batasi makanan cepat saji dan minuman manis.
  • Rutin olahraga: lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti jogging, bersepeda, atau sekadar berjalan kaki.
  • Cek kesehatan rutin: pemeriksaan gula darah dan kolesterol penting dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes.
  • Kelola stres dengan baik: praktikkan meditasi, yoga, atau hobi yang bisa membantu menurunkan tingkat stres.
  • Tidur cukup: tidur 7-8 jam per malam membantu menjaga metabolisme tubuh tetap seimbang.

Dampak Jangka Panjang Jika Tidak Ditangani

Diabetes tipe 2 yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan pada usia muda. Beberapa komplikasi yang umum terjadi meliputi:

  • Penyakit jantung dan stroke
  • Gagal ginjal kronis
  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Masalah penglihatan hingga kebutaan
  • Luka yang sulit sembuh, berisiko amputasi

Kondisi ini tentu berdampak pada kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Oleh karena itu, kesadaran sejak dini sangat penting agar anak muda lebih peduli pada kesehatan mereka.

Kasus diabetes melitus pada anak muda menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan di Indonesia. Faktor utama pemicunya adalah pola hidup buruk, seperti konsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, obesitas, kurang olahraga, serta kualitas tidur yang buruk.

Meski demikian, penyakit ini bisa dicegah dengan langkah sederhana seperti menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi gula, rutin olahraga, dan memeriksa kesehatan secara berkala. Generasi muda perlu menyadari bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang, sehingga pola hidup sehat harus diterapkan sejak dini.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Anak MudaDiabetes Melitus
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Falling Walls Lab Indonesia 2025 Jadi Panggung Inovator Muda dengan Ide Brilian
Next Article Tukang Ledeng Jadi Pekerjaan yang Tak Bisa Digantikan AI
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index