By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Eksplorasi Kunang-kunang di Kebun Raya Bali Ungkap Kesehatan Ekosistem
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Eksplorasi Kunang-kunang di Kebun Raya Bali Ungkap Kesehatan Ekosistem

Kesehatan

Eksplorasi Kunang-kunang di Kebun Raya Bali Ungkap Kesehatan Ekosistem

Adrian
By
Adrian
6 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Kebun Raya Bali berkolaborasi dengan Nusantara Wilderness menggelar kegiatan Eksplorasi biodiversitas flora fauna dengan fokus utama pada pengamatan kunang-kunang, herping, pengamatan burung, dan flora (Sumber : kontan.co.id)
Foto : Kebun Raya Bali berkolaborasi dengan Nusantara Wilderness menggelar kegiatan Eksplorasi biodiversitas flora fauna dengan fokus utama pada pengamatan kunang-kunang, herping, pengamatan burung, dan flora (Sumber : kontan.co.id)
SHARE

Inversi Kebun Raya Bali kembali menegaskan perannya sebagai kawasan konservasi terpadu melalui kegiatan eksplorasi biodiversitas flora dan fauna yang berfokus pada pengamatan kunang-kunang.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan komunitas konservasi Nusantara Wilderness sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman publik terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem alami. Selain pengamatan kunang-kunang, eksplorasi ini juga mencakup kegiatan herping (pengamatan amfibi dan reptil), pengamatan burung, serta inventarisasi flora yang terdapat di kawasan Kebun Raya Bali.

Eksplorasi biodiversitas tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kunang-kunang sebagai indikator bioekologis yang mencerminkan kualitas lingkungan. Keberadaan dan aktivitas kunang-kunang diketahui sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang sehat, seperti kualitas udara yang baik, tingkat pencemaran cahaya yang rendah, serta ketersediaan vegetasi alami yang memadai.

Oleh karena itu, pengamatan terhadap spesies ini menjadi salah satu cara ilmiah untuk menilai kesehatan suatu ekosistem. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Hadhiyyah N. Cahyono selaku East Deputy of Horticulture Kebun Raya Wilayah Timur.

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa fungsi kebun raya tidak hanya terbatas pada konservasi tumbuhan, tetapi juga sebagai habitat penting bagi berbagai jenis satwa liar. Menurutnya, keberlangsungan hidup fauna sangat bergantung pada kelestarian vegetasi dan kualitas lingkungan di sekitarnya.

“Kebun Raya Bali merupakan ruang konservasi hidup. Ketika lingkungannya terjaga dengan baik, maka satwa seperti kunang-kunang, amfibi, dan reptil akan tetap memiliki habitat yang aman untuk berlindung dan berkembang biak,” ujar Hadhiyyah.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Nusantara Wilderness, Bella Evanglista, menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi ini dirancang untuk mengajak peserta memahami ekosistem secara menyeluruh, bukan sekadar mengamati keberadaan satwa. Menurutnya, pemahaman ekosistem harus mencakup keterkaitan antara flora, fauna, dan kondisi lingkungan yang saling mendukung satu sama lain.

“Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pengamatan satwa, tetapi juga memberikan pemahaman tentang bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam. Kebun Raya Bali memiliki peran strategis dalam perlindungan habitat dan pelestarian keanekaragaman hayati,” jelas Bella.

Eksplorasi biodiversitas ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 16.00 hingga 21.00 WITA, bertepatan dengan zona krepuskular, yaitu waktu peralihan dari siang menuju malam. Periode ini dikenal sebagai waktu paling aktif bagi kunang-kunang untuk beraktivitas, sehingga ideal untuk kegiatan pengamatan.

Baca Juga :

Fakta-Fakta Han So Hee Ngaku Pacaran dengan Ryu Jun-yeol, Ini Poin Klarifikasinya
Resep dan Cara Memasak Tumis Kangkung Saus Tiram Sederhana

Selama eksplorasi, peserta menyusuri beberapa kawasan utama di Kebun Raya Bali, di antaranya Lake View, Giant Tree, kawasan Hutan Tropis, hingga Taman Tematik Panca Yadnya. Sepanjang jalur tersebut, peserta mengamati beragam kelompok fauna malam, termasuk kunang-kunang dari genus Lamprigera spp. dan Abscondita spp., berbagai jenis amfibi, reptil, arachnida, serta aves.

Selain fauna, peserta juga melakukan pengamatan terhadap vegetasi penting seperti Ficusspp., Bischofia javanica, Cyathea spp., dan Liquidambar excelsa yang berperan dalam menjaga struktur dan kestabilan ekosistem.

Direktur Pengelola Kebun Raya Bali, Marga Anggrianto, menyampaikan harapannya agar kegiatan eksplorasi biodiversitas semacam ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang. Menurutnya, kolaborasi antara pengelola kawasan konservasi, komunitas, dan masyarakat umum sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif terhadap isu pelestarian lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak kolaborator, komunitas, dan masyarakat. Upaya konservasi tidak hanya berhenti pada perlindungan kawasan, tetapi juga harus menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” ungkapnya.

Di kawasan Taman Tematik Panca Yadnya dan Lake View, peserta menemukan aktivitas kunang-kunang dalam jumlah yang cukup melimpah, yang didominasi oleh genus Lamprigera spp. dan Abscondita spp.

Kondisi mikroklimat di kawasan tersebut dinilai sangat mendukung kehidupan kunang-kunang, ditandai dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi, suhu yang relatif sejuk, sirkulasi udara yang baik, serta rendahnya intensitas cahaya buatan pada malam hari.

Kondisi lingkungan tersebut menciptakan habitat optimal bagi kunang-kunang untuk beraktivitas dan berkembang biak. Keberadaan dan intensitas cahaya alami yang dihasilkan kunang-kunang menjadi indikator bahwa kualitas udara, vegetasi, dan lingkungan di Kebun Raya Bali masih terjaga dengan baik. Dengan demikian, kunang-kunang dapat berfungsi sebagai penanda bioekologis dari ekosistem yang relatif sehat dan stabil.

Melalui kegiatan eksplorasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem sebagai satu kesatuan yang saling terhubung. Keberadaan kunang-kunang yang masih melimpah tidak hanya menjadi daya tarik wisata edukatif, tetapi juga pengingat bahwa kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:EkosistemEksplorasiKebun Raya BalikesehatanKunang-Kunang
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Jadwal SNBP 2026 Tiba! 5 Kriteria Ini Pastikan Siswa Ditolak Daftar (Sumber : kontan.co.id) Catat Jadwal SNBP 2026! 5 Kesalahan Ini Membuat Siswa Tidak Lolos Pendaftaran
Next Article Foto : Lagi! Kasus korupsi kembali menyeret pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Sumber : kontan.co.id) Maraknya Korupsi Oknum Pajak, Pengamat Dorong Pembenahan Sistemik Perpajakan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Foto : Dewan Ekonomi nasional memberikan kajian dan Rekomendasi terkait Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Bedah Strategi Integrasi Program MBG Pada Ekosistem Nasional

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index