By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Empati Tanpa Batas Bisa Picu Kelelahan Emosional, Ini Kata Psikolog
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Empati Tanpa Batas Bisa Picu Kelelahan Emosional, Ini Kata Psikolog

Kesehatan

Empati Tanpa Batas Bisa Picu Kelelahan Emosional, Ini Kata Psikolog

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
2 Min Read
Ilustrasi - seorang wanita kelelahan. (freepik)
SHARE

INVERSI.ID – Psikolog klinis Virginia Hanny, M.Psi., Psikolog mengingatkan pentingnya menyeimbangkan rasa empati dengan batasan yang sehat, terutama saat menghadapi situasi krisis berkepanjangan seperti bencana alam atau kondisi darurat kemanusiaan.

Contents
Risiko Kelelahan Emosional pada PenolongCara Menjaga Empati Tetap Sehat

Menurut psikolog lulusan Universitas Padjadjaran tersebut, empati yang tidak diiringi batasan yang jelas berisiko berkembang menjadi compassion fatigue atau kelelahan emosional. Kondisi ini kerap dialami oleh individu yang terlalu larut dalam penderitaan orang lain hingga mengabaikan kondisi dirinya sendiri.

“Kelelahan emosional yang dapat dialami oleh tenaga kesehatan, relawan atau masyarakat yang sangat terlibat secara emosional,” kata Virginia di Jakarta, Senin.

Risiko Kelelahan Emosional pada Penolong

Virginia menjelaskan bahwa kelelahan emosional dapat membuat penolong merasa kewalahan, bahkan ikut mengalami trauma saat memberikan bantuan. Situasi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga menurunkan efektivitas dalam membantu orang lain.

Ia menekankan perlunya membedakan empati dengan over-involvement atau keterlibatan berlebihan. Menurutnya, seseorang tetap bisa peduli tanpa harus sepenuhnya tenggelam dalam penderitaan yang dialami korban.

“⁠Membangun ‘psychological boundaries’, di mana kita harus menyadari bahwa kita dapat peduli tanpa harus bertanggung jawab atas semua penderitaan yang dirasakan oleh orang lain,” tutur dia.

Cara Menjaga Empati Tetap Sehat

Hanny juga mengingatkan pentingnya menyadari keterbatasan diri. Setiap individu memiliki kapasitas emosional yang berbeda dan tidak mungkin membantu semua orang dalam satu waktu.

Selain itu, ia menyarankan untuk mengambil jeda dari paparan konten berat, seperti informasi yang sarat gambar, video, atau narasi emosional yang dapat memicu respons stres. Mengisi waktu dengan aktivitas bermakna seperti refleksi diri, olahraga, atau kegiatan kreatif dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.

Lebih lanjut, Virginia menegaskan bahwa menjaga empati dengan batasan sehat bukan berarti mengurangi kepedulian terhadap korban bencana, melainkan bentuk upaya merawat kesehatan mental agar empati dapat bertahan dalam jangka panjang.

Baca Juga :

Pasca Cerai, Ini Alasan Inara Rusli Tolak Asuh Anak Bersama dengan Virgoun
Roblox Perketat Kebijakan Sebagai Upaya Lindungi Pengguna Muda dari Konten Berbahaya

“Penting untuk diingat bahwa melakukan hal-hal tersebut bukan berarti mengurangi kepedulian terhadap para korban, melainkan sebagai upaya menjaga diri agar empati dapat tetap terjaga dalam jangka panjang,” tutur psikolog yang berpraktik di Personal Growth itu.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Kelelahan Emosional
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dahnil Anzar Minta Fatwa Haram Haji Pakai Visa Non-Resmi
Next Article Atlet dan ofisial kontingen Indonesia mengikuti defile saat pembukaan ASEAN Para Games 2025 Tailan di 80th Birthday Stadium, Nakhon Ratchasima, Tailan. (Foto : HO-Kemenpora) ASEAN Para Games 2025 Tailan Resmi Ditutup, Atlet Indonesia Bangga Antar Merah Putih Finis Runner Up
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index