JAKARTA — Di tengah badai geopolitik global yang mengguncang pasar energi sejak konflik Timur Tengah pecah, Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang mencolok. Nyaris dua bulan berlalu, harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri tetap stabil—bahkan menjadi yang paling kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
Saat banyak negara mulai menyesuaikan harga berkali-kali akibat lonjakan harga minyak dunia, Indonesia memilih bertahan. Kebijakan ini tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Berdasarkan data Global Petrol Price per 30 Maret 2026, harga BBM di Indonesia tercatat sebagai salah satu yang paling rendah di ASEAN. Harga bensin berada di kisaran US$0,73 per liter (sekitar Rp12.390), jauh di bawah negara seperti Singapura yang menembus US$2,545 per liter atau sekitar Rp43.195.
Negara lain di kawasan juga mengalami tekanan serupa. Laos mencatat harga bensin sekitar Rp30 ribu per liter, Thailand di kisaran Rp27 ribu, hingga Filipina yang mendekati Rp27 ribu per liter. Bahkan negara dengan harga relatif lebih rendah seperti Vietnam dan Malaysia tetap berada di atas Indonesia dalam beberapa kategori BBM.
Sementara itu, pemerintah Indonesia masih mempertahankan harga BBM utama per awal April 2026. Pertamax (RON 92) tetap di Rp 12.300 per liter, Pertamax Green Rp 12.900, dan Pertamax Turbo Rp 13.100. Tak ketinggalan pula, Dexlite Rp 14.200 dan Pertamina Dex Rp 14.500. Untuk BBM subsidi, Pertalite bertahan di Rp 10.000 per liter dan solar subsidi di Rp 6.800.
Kondisi ini mencerminkan keberhasilan strategi energi nasional yang tidak hanya bergantung pada satu sumber, tetapi mengedepankan diversifikasi pasokan energi serta pengelolaan kebijakan harga yang adaptif. Langkah ini membuat Indonesia mampu meredam gejolak eksternal tanpa harus langsung membebankan kenaikan kepada masyarakat.
Perbandingan Harga BBM ASEAN (per 30 Maret 2026)
- Singapura: Rp43.195/liter
- Laos: Rp30.192/liter
- Thailand: Rp27.155/liter
- Filipina: Rp26.948/liter
- Vietnam: Rp15.905/liter
- Malaysia: Rp16.225/liter
- Indonesia: Rp12.390/liter