INVERSI.ID – Salah satu penumpang selamat bernama Munir membagikan kesaksiannya terkait kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam sekitar pukul 20.53 WIB.
Munir menjelaskan insiden bermula ketika CommuterLine yang ditumpanginya berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. Saat itu, kereta tengah melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Cikarang.
“CommuterLine yang berhenti lantaran CommuterLine yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi,” katanya di lokasi, Senin petang.
Tak lama setelah kereta berhenti, datang kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dari arah belakang dan langsung menghantam bagian belakang rangkaian CommuterLine.
“Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang CommuterLine,” ujarnya.
Benturan keras tersebut menyebabkan kondisi di bagian belakang kereta menjadi sangat parah. Munir menyebut banyak penumpang yang berada di gerbong paling belakang terjebak akibat badan kereta yang ringsek usai dihantam lokomotif.
Saat kejadian berlangsung, Munir mengaku berada di gerbong keempat dari belakang sehingga berhasil menyelamatkan diri beberapa saat setelah tabrakan terjadi.
“Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong,” kata dia.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah penumpang masih terjepit di gerbong belakang CommuterLine yang mengalami kerusakan paling parah akibat tabrakan tersebut.
Beberapa korban bahkan terlihat tidak sadarkan diri setelah lokomotif Argo Bromo Anggrek menghantam dan masuk ke bagian belakang gerbong CommuterLine.
Hingga kini, proses evakuasi korban dan penanganan kecelakaan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lokasi kejadian. Insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur ini menjadi perhatian luas masyarakat karena melibatkan banyak penumpang pada jam sibuk malam hari.