By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Mentan Sebut Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor, Ketahanan Pangan Makin Kokoh
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mentan Sebut Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor, Ketahanan Pangan Makin Kokoh

Ekonomi

Mentan Sebut Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor, Ketahanan Pangan Makin Kokoh

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
4 Min Read
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: Kementan)
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pangan memiliki peran vital, tidak hanya sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai pilar penting dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara. Ia menilai, keberhasilan Indonesia meningkatkan produksi dalam negeri telah mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Amran menyebut Indonesia kini berada dalam posisi yang lebih kuat berkat peningkatan produksi pangan, khususnya beras dan komoditas strategis lainnya.

“Kalau pangan tidak kita kuasai, negara bisa ditekan. Tapi hari ini kita buktikan, produksi naik, impor turun, dan Indonesia semakin kuat,” kata Mentan dalam Stadium General Pasis SeskoAU Angkatan ke-64 TP 2026 yang digelar di Gedung Widya Mandala I Sesko AU Lembang, Jawa Barat, sebagaimana keterangan di Jakarta, Rabu.

Kementerian Pertanian mencatat Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas utama, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Amran menilai, ketergantungan pada impor menjadi kerentanan tersendiri bagi suatu negara, terutama saat terjadi krisis global. Ketika negara produsen membatasi ekspor, negara pengimpor akan menghadapi tekanan yang signifikan.

Sebagai respons, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi domestik, mengurangi impor secara bertahap, serta memperkuat cadangan pangan nasional guna menjaga stabilitas pasokan.

“Berdasarkan data internasional, termasuk dari United States Department of Agriculture (USDA), produksi pangan Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan,” ujarnya.

Capaian positif juga terlihat dari stok beras nasional yang kini mencapai 4,3 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 4,5 juta ton dalam waktu dekat. Angka ini menjadi indikator kuatnya ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global.

“Ini bukan hanya ekonomi, ini soal kedaulatan. Pangan adalah bagian dari sistem pertahanan negara,” ucap tegasnya.

Baca Juga :

BGN Wajibkan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi Relawan SPPG
Umumkan Kehamilan, Jennifer Coppen Hanya Butuh Dukungan Bukan Hujatan

Menurut Amran, keberhasilan ini turut menggeser posisi Indonesia dari negara pengimpor menjadi salah satu pemain yang mulai diperhitungkan di kancah global. Bahkan, kebijakan pengendalian impor yang diterapkan Indonesia disebut mulai memengaruhi pergerakan harga pangan dunia.

Sejumlah negara seperti Malaysia, Australia, Jepang, hingga Kanada disebut mulai mempelajari strategi Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan dan meningkatkan produksi.

“Yang membedakan kita adalah keberanian mengambil keputusan dan kecepatan bertindak,” kata Amran.

Selain sektor pangan, Amran juga menyoroti pentingnya kemandirian energi sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional. Indonesia yang merupakan produsen crude palm oil (CPO) terbesar dunia memiliki peluang besar untuk memperkuat industri hilir dan mengurangi ketergantungan energi dari luar negeri.

Dengan optimalisasi tersebut, Indonesia ditargetkan mampu menekan impor energi dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau pangan dan energi kita kuat, tidak ada negara yang bisa menekan kita,” tutur Amran.

Di sisi lain, penguatan sektor pertanian juga memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Program berbasis desa dinilai mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memperkuat ekonomi rakyat.

Optimalisasi koperasi turut berperan dalam memangkas rantai distribusi, sehingga petani mendapatkan keuntungan lebih besar, sementara harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau desa bergerak, ekonomi tumbuh, negara akan kokoh,” ujar Amran.

Dengan dukungan ketahanan pangan, kemandirian energi, serta hilirisasi sumber daya strategis seperti nikel, Indonesia dinilai berada di jalur menuju kekuatan ekonomi global baru.

Amran pun optimistis, dengan konsistensi kebijakan dan sinergi seluruh elemen bangsa, Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi tantangan global, tetapi juga berpeluang menjadi pemimpin.

“Ketahanan pangan adalah benteng utama. Kalau ini kuat, Indonesia tidak hanya aman, tapi juga berdaulat penuh,” kata Amran.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:ketahanan panganMentan Andi Amran Sulaiman
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sekolah Rakyat Masuk OKU Timur, Lahan 9,6 Hektare Disiapkan
Next Article KPK dan Polri Perkuat Sinergi, Bahas Sejumlah Kasus Korupsi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

7 days ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

7 days ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

1 week ago
EkonomiTerkini

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index