By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Modal Asing “Kabur” Rp 3,79 Triliun! Ekonomi RI Dihantam Gelombang Outflow, BI Angkat Suara
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Modal Asing “Kabur” Rp 3,79 Triliun! Ekonomi RI Dihantam Gelombang Outflow, BI Angkat Suara

Ekonomi

Modal Asing “Kabur” Rp 3,79 Triliun! Ekonomi RI Dihantam Gelombang Outflow, BI Angkat Suara

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
8 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

Jakarta, inversi.id – Sektor ekonomi Indonesia kembali diterpa dinamika besar. Bank Indonesia (BI) melaporkan terjadinya aliran modal asing keluar (capital outflow) sebesar Rp 3,79 triliun hanya dalam sepekan (10–13 November 2025).

Lonjakan outflow ini memicu perhatian serius, mengingat tekanan investor asing dapat berimbas pada kestabilan pasar keuangan dan nilai tukar rupiah.

Data BI menunjukkan pola mengkhawatirkan, yakni meski ada dana masuk ke pasar saham, tekanan dari penarikan dana di instrumen lain jauh lebih besar. Kondisi ini menciptakan saldo modal asing mingguan yang negatif.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pergerakan investor asing minggu lalu menunjukkan kontras yang signifikan antara jenis aset.

Pertama, pasar saham: mencatat inflow sebesar Rp 3,92 triliun. Kedua, Surat Berharga Negara (SBN) mengalami outflow tajam hingga Rp 6,33 triliun. Ketiga, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah melepas dana asing sebesar Rp 1,39 triliun.

Data resmi ini dipublikasikan BI melalui keterangan pers dan dikonfirmasi oleh Inversi.id yang mencatat total outflow pekan ini mencapai Rp 3,79 triliun.

Ramdan menegaskan, BI terus memonitor kondisi pasar secara intensif agar outflow tersebut tidak mengguncang ekonomi nasional.

“Bank Indonesia memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas makro, terutama menghadapi dinamika aliran modal asing yang terus berubah,” ujarnya, Jumat (14/11) di Jakarta.

Ekonom menilai terdapat tiga faktor utama yang mendorong keluarnya dana asing dari pasar Indonesia pekan ini. Pertama, Tekanan pada yield SBN dan risiko rupiah. Ketika yield SBN bergerak naik atau dinilai kurang menarik dibanding negara lain, investor asing cenderung melepas kepemilikan mereka. Hal ini diperparah oleh kekhawatiran terhadap potensi pelemahan rupiah.

Baca Juga :

Antusias Masyarakat Ikuti Penalti Gawang Mini hingga Tebak Wajah di CFD Fun Turun Minum 2024
Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat

Kedua, ketidakpastian kebijakan makro. Di tengah pembahasan kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai belum memberi sinyal kuat jangka panjang, investor memilih mengurangi risiko dengan menarik dana dari instrumen obligasi.

Ketiga, sentimen global yang berubah cepat.
Kenaikan suku bunga global, tensi geopolitik, dan perubahan arus modal internasional membuat pasar berkembang seperti Indonesia menjadi salah satu yang paling sensitif terhadap hot money.

Para analis memperingatkan bahwa capital outflow besar dapat menimbulkan tiga tekanan utama. Meningkatkan volatilitas pasar keuangan, termasuk pergerakan imbal hasil SBN, menekan nilai tukar rupiah jika aksi jual mata uang berlanjut, dan mengurangi kepercayaan investor asing, baik portofolio maupun jangka panjang (FDI).

Jika pola ini bertahan lebih dari satu pekan, tekanan ke sektor fiskal dan keuangan bisa semakin besar.

Bank Indonesia menyatakan, pihaknya akan menggunakan seluruh instrumen bauran kebijakan untuk meredam dampak outflow, termasuk penguatan operasi moneter, stabilisasi nilai tukar, dan koordinasi kebijakan dengan pemerintah.

Ramdan kembali menegaskan BI akan terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga agar perekonomian tetap stabil dan menarik bagi investor asing.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:Bank IndonesiaEkonomiModal Asing
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Menyongsong Masa Depan dengan Budaya, Pesan Menteri Kebudayaan untuk Generasi Muda
Next Article Istimewa Alarm Merah Bullying! Lonjakan Dua Kali Lipat, Tragedi SMPN 19 Tangsel Bukti Negara Gagal Lindungi Anak?
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum

6 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index