By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Nilai Tukar Rupiah Terkendali, BI Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Nilai Tukar Rupiah Terkendali, BI Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Terkendali, BI Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
7 Min Read
Uang rupiah. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah pada pertengahan Desember 2025 berada dalam kondisi yang relatif stabil. Stabilitas tersebut tercermin dari posisi rupiah yang tidak menunjukkan fluktuasi tajam jika dibandingkan dengan level pada akhir November 2025, meskipun ketidakpastian global masih cukup tinggi.

Contents
Pergerakan Rupiah dan Pengaruh Kondisi GlobalStrategi Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Nilai TukarKeputusan Suku Bunga dan Arah Kebijakan Moneter

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa pada 16 Desember 2025, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp16.685 per dolar Amerika Serikat. Angka tersebut dinilai masih sejalan dengan pergerakan sebelumnya dan menunjukkan ketahanan rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.

“Nilai tukar rupiah pada 16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil bila dibandingkan dengan level akhir November 2025,” kata Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, pada Senin, 24 November 2025, yang merupakan awal pekan terakhir di bulan November, nilai tukar rupiah dibuka di level Rp16.706 per dolar AS. Pergerakan rupiah kemudian menunjukkan tren penguatan secara bertahap hingga mencapai posisi terendah mingguan di level Rp16.634 per dolar AS pada Kamis, 27 November 2025. Namun, pada penutupan pekan, Jumat, 28 November 2025, rupiah kembali melemah tipis dan berada di level Rp16.641 per dolar AS.

Dinamika tersebut mencerminkan bahwa rupiah bergerak dalam rentang yang relatif terkendali, tanpa tekanan ekstrem yang dapat mengganggu stabilitas pasar. Kondisi ini menjadi indikator penting bagi pelaku pasar, dunia usaha, dan masyarakat, mengingat nilai tukar memiliki peran strategis dalam menentukan arah inflasi, biaya impor, serta kepercayaan investor.

Pergerakan Rupiah dan Pengaruh Kondisi Global

Perry Warjiyo menegaskan bahwa perkembangan nilai tukar rupiah hingga pertengahan Desember 2025 masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mata uang negara mitra dagang Indonesia. Bahkan, rupiah tercatat menunjukkan penguatan jika dibandingkan dengan mata uang sejumlah negara maju, dengan pengecualian terhadap dolar Amerika Serikat.

“Perkembangan nilai tukar rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS,” ujar Perry.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak bersifat spesifik domestik, melainkan dipengaruhi oleh faktor global, terutama arah kebijakan moneter negara maju, pergerakan suku bunga global, serta dinamika geopolitik internasional. Dalam situasi seperti ini, stabilitas nilai tukar menjadi salah satu indikator keberhasilan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal.

Bank Indonesia, menurut Perry, terus mencermati perkembangan global tersebut dengan pendekatan kebijakan yang bersifat preemptive dan forward looking. Hal ini dilakukan agar setiap potensi tekanan eksternal dapat diantisipasi lebih dini, sehingga dampaknya terhadap perekonomian domestik dapat diminimalkan.

Baca Juga :

Dapat Dukungan Jokowi, Erick Thohir Bentuk Dua Satgas untuk Percepat Bersih-Bersih PSSI
Strategi Anti Zonk: Pilih Jurusan Kuliah Biar Auto Cumlaude, Guys!

Stabilitas rupiah juga menjadi faktor penting dalam menjaga persepsi positif investor terhadap perekonomian Indonesia. Dengan nilai tukar yang relatif terjaga, risiko volatilitas pasar dapat ditekan, sehingga mendukung arus modal asing yang lebih stabil ke pasar keuangan domestik.

Strategi Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Nilai Tukar

Perry Warjiyo menjelaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tidak terlepas dari bauran kebijakan yang ditempuh oleh Bank Indonesia. Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah intervensi di pasar Non-Deliverable Forward atau NDF, baik di pasar luar negeri maupun domestik melalui Domestic Non-Deliverable Forward atau DNDF.

Selain itu, Bank Indonesia juga aktif melakukan intervensi di pasar spot valuta asing serta melakukan pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran valas, sekaligus menstabilkan pasar keuangan secara keseluruhan.

Ia menuturkan bahwa faktor lain yang turut mendukung stabilitas kurs rupiah adalah meningkatnya pasokan valuta asing dari sektor korporasi. Peningkatan pasokan ini sejalan dengan semakin optimalnya implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam atau DHE SDA, yang mendorong eksportir untuk mengonversi hasil ekspor mereka ke dalam rupiah.

Konversi valas ke rupiah oleh eksportir dinilai memberikan dampak positif bagi ketersediaan likuiditas valuta asing di dalam negeri. Dengan pasokan valas yang lebih memadai, tekanan terhadap nilai tukar dapat ditekan, sehingga rupiah bergerak lebih stabil.

“Nilai tukar rupiah diperkirakan akan stabil didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Perry.

Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme Bank Indonesia terhadap fundamental ekonomi domestik. Imbal hasil aset keuangan Indonesia yang kompetitif, tingkat inflasi yang terjaga, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang positif menjadi faktor penopang utama stabilitas nilai tukar ke depan.

Keputusan Suku Bunga dan Arah Kebijakan Moneter

Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan perekonomian secara keseluruhan, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada 16 hingga 17 Desember 2025.

Kebijakan mempertahankan suku bunga ini mencerminkan keseimbangan antara upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, langkah ini dinilai tepat untuk memberikan kepastian bagi pelaku pasar dan dunia usaha.

“Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini untuk menjaga stabilitas dan mendorong perekonomian nasional,” ucap Perry.

Dengan suku bunga yang dipertahankan, Bank Indonesia berharap transmisi kebijakan moneter dapat berjalan lebih efektif, baik melalui jalur perbankan maupun pasar keuangan. Di sisi lain, kebijakan makroprudensial yang akomodatif diharapkan dapat mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor riil.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara cermat. Respons kebijakan akan disesuaikan dengan dinamika yang terjadi, dengan tetap mengedepankan stabilitas sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap
TAGGED:BIDesemberRupiahRupiah Stabil
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 2.603 Rumah, 3 Provinsi, Non-APBN: Uji Cepat PKP Bangun Hunian Pascabencana Sumatera
Next Article 267 Taman Mikro Urban, Strategi Jakarta Menuju Kota Global
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

4 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

5 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

5 days ago
EkonomiTerkini

Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index