By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Pahlawan Indonesia di Tanah Konflik: Kisah Pengorbanan 3 Prajurit TNI di Lebanon
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pahlawan Indonesia di Tanah Konflik: Kisah Pengorbanan 3 Prajurit TNI di Lebanon

Politik

Pahlawan Indonesia di Tanah Konflik: Kisah Pengorbanan 3 Prajurit TNI di Lebanon

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
4 Min Read
Rekan-rekan prajurit TNI saat menyampaikan bela sungkawa di kediaman almarhum Sertu Muhammad Nur Ichwan di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Nur Ichwan, anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), gugur akibat serangan Israel. (Foto, Antara/Anis Efizudin).
SHARE

JAKARTA – Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon menjadi duka mendalam bagi Indonesia sekaligus perhatian dunia internasional. Pengorbanan mereka menjadi simbol dedikasi Pasukan Garuda yang selama ini berada di garis depan menjaga stabilitas global.

Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), misi penjaga perdamaian PBB yang bertugas memantau gencatan senjata dan menjaga stabilitas di wilayah perbatasan Lebanon dan Israel.

Namun eskalasi konflik di kawasan tersebut membuat situasi keamanan semakin berbahaya. Dalam dua insiden berbeda dalam kurun waktu sekitar 24 jam, tiga prajurit TNI gugur dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di wilayah Lebanon selatan.

Insiden yang menimpa pasukan perdamaian ini langsung mendapat perhatian dari PBB. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Hingga saat ini, UNIFIL masih melakukan investigasi untuk memastikan kronologi lengkap serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan tersebut, TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta kepada tiga prajurit yang gugur. Mereka terdiri dari Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon.

Selain kenaikan pangkat, ketiganya juga dianugerahi Medal Dag Hammarskjöld, penghargaan dari PBB bagi personel penjaga perdamaian yang gugur saat menjalankan tugas.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa negara memberikan penghargaan penuh atas pengorbanan para prajurit tersebut.

“Ketiga prajurit yang gugur mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta, penghargaan Medal Dag Hammarskjöld,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam keterangan pers resmi yang diterima redaksi inversi.id, Rabu (1/4). Pemerintah Indonesia bersama PBB juga memastikan perlindungan bagi keluarga para prajurit yang gugur.

Baca Juga :

Erick Thohir Yakin Tiket Timnas Indonesia vs Argentina Lebih Booming Ketimbang Coldplay
Bisa Jadi Menu Diet, Ini 7 Manfaat Sarapan Oatmeal di Pagi Hari

Menurut Panglima TNI, keluarga masing-masing prajurit akan menerima santunan yang nilainya mendekati Rp2 miliar. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar menerima sekitar Rp 1.894.688.236, lalu Sertu Muhammad Nur Ikhwan Rp 1.846.309.049, dan Praka Farizal Rhomadhon mendapat Rp 1.854.075.205.

Selain santunan tersebut, keluarga juga mendapatkan gaji terusan selama 12 bulan, yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan lainnya, serta hak pensiun bagi istri prajurit.

“Keluarga juga menerima gaji terusan selama 12 bulan yang terdiri dari gaji pokok, ULP, dan tunjangan jabatan serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan,” jelas Agus.

Tidak hanya itu, anak-anak para prajurit juga akan mendapatkan beasiswa pendidikan, sebagai bentuk komitmen negara untuk memastikan masa depan keluarga yang ditinggalkan.

Sejak lama Indonesia dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB. Pasukan Garuda telah dikirim ke berbagai wilayah konflik dunia untuk menjalankan misi kemanusiaan dan menjaga stabilitas global.

Gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia sering kali harus dibayar dengan pengorbanan besar.

Meski duka menyelimuti, dedikasi mereka kini menjadi bagian dari sejarah panjang kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian internasional—sebuah bukti bahwa Pasukan Garuda selalu siap berdiri di garis depan demi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah
TAGGED:Lebanon SelatanPBBTiga prajurit gugurTNIUNIFIL
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kisah Ayah Kehilangan Arah, Film Ini Angkat Realita Keluarga Modern
Next Article Di Saat Negara Lain Naikkan BBM, Indonesia Justru Termurah Berkat Bahlil
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
HukumTerkini

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

2 weeks ago
HukumTerkini

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

2 weeks ago
Politik

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index