By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Program Listrik Kerakyatan Diperluas, Bahlil Targetkan 500.000 Rumah Tersambung Listrik pada 2026
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Program Listrik Kerakyatan Diperluas, Bahlil Targetkan 500.000 Rumah Tersambung Listrik pada 2026

Ekonomi

Program Listrik Kerakyatan Diperluas, Bahlil Targetkan 500.000 Rumah Tersambung Listrik pada 2026

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto : Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto : Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Pemerintah berencana memperluas jangkauan Program Bantuan Pasang Baru Listrik pada tahun 2026 dengan menyasar hingga 500.000 rumah tangga di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari komitmen negara untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, memperoleh akses listrik yang layak.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi program pada tahun sebelumnya yang menjangkau sekitar 200.000 rumah tangga. Bahlil menyebut peningkatan target ini merupakan respons atas aspirasi anggota DPR RI Komisi XII, yang mendorong agar program elektrifikasi rumah tangga kurang mampu diperluas secara lebih agresif.

“Naikkan menjadi 500 ribu, karena ini atas permintaan daripada teman-teman Komisi XII. Nanti kita minta teman-teman Komisi XII juga untuk membantu kami agar program-program itu mencapai sasaran,” ujar Bahlil saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

Menurut Bahlil, perluasan Program Bantuan Pasang Baru Listrik tidak hanya menyangkut penambahan angka penerima, tetapi juga menuntut sinkronisasi kebijakan antara legislatif dan eksekutif. Ia menilai dukungan DPR penting agar penentuan lokasi dan penerima bantuan benar-benar tepat sasaran, terutama bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Lebih jauh, Bahlil menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor energi tidak semata diukur dari capaian makro seperti target lifting minyak dan gas bumi. Baginya, indikator keberhasilan yang sesungguhnya adalah terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses listrik hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Kalau boleh jujur saya katakan, dari lubuk hati yang paling dalam, saya merasa Insya Allah sampai selesai menjadi kabinet sukses kalau semua desa-desa dan kelurahan itu diairi dengan listrik semuanya,” kata Bahlil. Ia menambahkan, capaian teknis di sektor energi tidak akan bermakna apabila masih ada warga yang hidup tanpa penerangan.

Bahlil bahkan menyatakan akan menganggap dirinya gagal sebagai Menteri ESDM apabila masih terdapat masyarakat yang belum menikmati listrik, meskipun indikator kinerja lain tercapai. “Sekalipun lifting tercapai, tapi kalau saudara-saudara kita di desa-desa itu belum dapat listrik, saya menganggap saya Menteri yang gagal,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan pemerintah terhadap ketimpangan infrastruktur dasar yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Menurut Bahlil, kondisi ini ironis mengingat Indonesia telah lebih dari delapan dekade merdeka, namun belum sepenuhnya mampu memastikan akses energi yang merata bagi seluruh rakyatnya.

Baca Juga :

Tips Membangun UMKM yang Sukses di Era Digital dan Offline
Profil dan Biodata Aliff Aziz, Aktor Malaysia Digerebek dengan Wanita Lain di Hotel

Dalam rapat tersebut, Bahlil juga membagikan pengalaman pribadinya tumbuh di desa tanpa listrik. Ia mengenang masa kecil ketika harus belajar dengan lampu pelita, yang kerap membuat wajahnya menghitam akibat asap. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa akses listrik memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup, pendidikan, dan kesempatan generasi muda.

Program Bantuan Pasang Baru Listrik selama ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendorong pemerataan energi, khususnya bagi rumah tangga kurang mampu yang belum teraliri listrik. Program ini mencakup pembiayaan instalasi awal sehingga masyarakat dapat langsung menikmati sambungan listrik tanpa beban biaya besar di awal.

Dengan target 500.000 rumah tangga pada 2026, pemerintah berharap rasio elektrifikasi nasional dapat terus meningkat dan kesenjangan antarwilayah semakin menyempit. Bahlil menekankan bahwa penyediaan listrik bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan wujud kehadiran negara dalam menjamin keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Melalui perluasan program ini, Kementerian ESDM optimistis akses energi yang lebih merata akan mendorong aktivitas ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperbaiki taraf hidup masyarakat di berbagai pelosok Indonesia.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
TAGGED:Bahlil LahadaliaDPRESDMKementerian ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyambut baik gelaran Pocari Sweat Run 2026 yang tahun ini diselenggarakan di dua tempat yaitu di Pulau Lombok dan Kota Bandung. Kamis, (22/1/2026). (Foto : Dok. Kemenpora) Pocari Sweat Run 2026 Diproyeksikan Jadi Pengungkit Sport Tourism dan Ekonomi Nasional
Next Article Perluasan sasaran penerima manfaat menjadi salah satu tantangan strategis dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (Foto : Ist) Perluasan Sasaran dan Akurasi Distribusi MBG, BGN Lakukan Pembenahan Data Nasional
1 Comment
  • Pingback: Genjot Lifting Minyak Nasional, Pemerintah Siapkan Legalitas Lebih dari 40 Ribu Sumur Rakyat - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

5 days ago
EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

5 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

6 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

6 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index