JAKARTA, INVERSI – Perluasan sasaran penerima manfaat menjadi salah satu tantangan strategis dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah mencatat bahwa hingga kini belum tersedia regulasi teknis yang mengatur secara rinci pelaksanaan program bagi kelompok bayi usia enam hingga dua belas bulan, pendidik, serta tenaga kependidikan.
Dalam paparan Badan Gizi Nasional, keberagaman kelompok sasaran menciptakan kebutuhan gizi dan standar keamanan pangan yang berbeda. Bayi memerlukan perlakuan khusus dengan standar keamanan yang lebih ketat, sementara pendidik dan tenaga kependidikan memiliki kebutuhan gizi yang variatif sesuai aktivitas dan kondisi kesehatan.
Selain perluasan sasaran, ketepatan distribusi juga menjadi perhatian. Data kelompok 3B yang mencakup kelompok rentan dan penerima prioritas masih dalam tahap pembangunan.
Kondisi ini berdampak pada akurasi distribusi makanan bergizi di lapangan. Pemerintah menargetkan kelompok 3B dapat menerima sedikitnya 25 persen dari total distribusi program.
Deputi Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional menyampaikan bahwa perbaikan data menjadi langkah mendesak. Koordinasi lintas unit, mulai dari pusat hingga wilayah, terus diperkuat agar pendataan penerima manfaat lebih presisi dan dapat dipertanggungjawabkan. Laporan bulanan pun dirancang untuk memantau perkembangan gizi penerima manfaat secara berkelanjutan.
Hingga Januari 2026, capaian operasional program menunjukkan hasil signifikan. Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi telah mencapai 19.188 unit, melampaui target awal tahun 2025. Penerima manfaat pun telah menembus angka 15 juta orang sejak Agustus 2025, sesuai target dalam RPJMN 2025–2029.
Meski capaian kuantitatif tercapai lebih cepat, pemerintah menegaskan bahwa kualitas layanan tetap menjadi prioritas. Oleh karena itu, penguatan sistem monitoring, evaluasi, dan pelaporan menjadi bagian integral dalam agenda perbaikan tahun 2026.
Dengan perbaikan regulasi teknis, akurasi data, dan sistem distribusi yang lebih tertata, pemerintah berharap perluasan sasaran Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal.
Program ini tidak hanya menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan gizi sesuai karakteristik penerima manfaat.