By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Purbaya Tegur Keras BPJS Kesehatan: Konyol, Pemerintah Rugi, Image Jadi Jelek!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Purbaya Tegur Keras BPJS Kesehatan: Konyol, Pemerintah Rugi, Image Jadi Jelek!

Politik

Purbaya Tegur Keras BPJS Kesehatan: Konyol, Pemerintah Rugi, Image Jadi Jelek!

Yayat Cipasang
By
Yayat Cipasang
5 months ago
Share
2 Min Read
SHARE

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melayangkan teguran keras kepada manajemen BPJS Kesehatan terkait program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang membuat kisruh secara nasional.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII, IX, dan XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senin (9/2/2026), Purbaya menyebut penghapusan data yang mendadak telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Purbaya menyoroti lonjakan penghapusan data peserta PBI JKN yang mencapai 11 juta orang pada Februari 2026.

“Angka ini setara dengan hampir 10% dari total peserta,” ujarnya.

Jumlah itu, kata Purbaya, yang menjadi pemicu utama keributan karena masyarakat tidak mendapatkan informasi yang cukup sebelum status kepesertaan mereka dinonaktifkan.

“Kenapa tiba-tiba ramai di bulan Februari tahun ini? Menurut dugaan kami, karena sedemikian besar orang yang terpengaruh dan mereka tidak tahu bahwa mereka sudah tidak masuk dalam daftar lagi,” ujar Purbaya.

Purbaya menilai proses manajemen data ini sangat tidak efisien. Purbaya menegaskan bahwa anggaran yang dikeluarkan pemerintah tetap besar, namun karena manajemen operasional yang buruk, pemerintah justru mendapatkan citra negatif di mata publik.

“Jangan sampai yang sudah sakit, tiba-tiba mau cuci darah, tiba-tiba tidak eligible (tidak berhak). Itu kayaknya kita konyol ya. Padahal uang yang saya keluarin sama. Saya rugi di situ, uang keluar, image jelek jadinya. Pemerintah rugi dalam hal ini,” tegasnya dengan nada tinggi.

Menteri Keuangan juga mengusulkan agar proses penonaktifan peserta tidak dilakukan secara mendadak. Ia meminta adanya masa transisi atau smoothing selama 2 hingga 3 bulan sebelum status kepesertaan benar-benar dicabut.

Baca Juga :

Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, Kemenag Akan Bekukan Izin Ponpes Al Zaytun
Santri Lapas Malang Wisuda dari Balik Penjara

“Harus dibarengi dengan sosialisasi yang masif kepada peserta yang terdampak,” katanya.

Purbaya menekankan bahwa masalah yang terjadi saat ini bukan pada soal ketersediaan anggaran, melainkan pada aspek manajerial dan komunikasi.

“Uang yang saya keluarkan sama, tidak berubah. Kenapa keributannya beda? Masalahnya adalah masalah operasional, masalah manajemen, dan masalah sosialisasi yang harus bisa dibereskan secepatnya,” pungkasnya.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah
Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus
TAGGED:BPJSDPR RIJKNPurbaya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Polemik Keppres Hakim MK, Komisi III DPR Ingatkan MK Tak Berwenang Batalkan Pengangkatan Adies Kadir
Next Article Tips Skincare Agar Kulit Tetap Sehat Saat Puasa
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
HukumTerkini

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

2 weeks ago
HukumTerkini

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

2 weeks ago
Politik

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index