Inversi Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) membuka konsultasi publik terkait rencana perubahan regulasi pasar modal yang bertujuan mempermudah skema pencatatan saham ganda (dual listing) antara Bursa Singapura (Singapore Exchange/SGX) dan bursa Amerika Serikat, khususnya Nasdaq.
Konsultasi tersebut diumumkan pada Jumat (9/1/2026) dan menjadi bagian dari upaya strategis Singapura untuk memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan global. Dalam pernyataan resminya, MAS menjelaskan bahwa perubahan aturan ini dirancang untuk menyederhanakan proses pencatatan lintas negara yang selama ini dinilai kompleks dan memakan waktu.
Salah satu poin utama yang diusulkan adalah memungkinkan perusahaan menggunakan satu prospektus yang sama untuk keperluan pencatatan saham di Singapura dan Amerika Serikat. Skema ini diharapkan dapat mengurangi beban administratif serta mempercepat proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Selain penyederhanaan dokumen, MAS juga mengusulkan percepatan proses pendaftaran emiten di Singapura agar dapat diselaraskan dengan jadwal pencatatan di pasar modal AS. Selama ini, perbedaan kerangka regulasi dan waktu persetujuan antarnegara kerap menjadi kendala bagi perusahaan yang ingin melakukan dual listing secara simultan. Dengan aturan baru tersebut, Singapura berharap dapat menawarkan jalur pencatatan yang lebih efisien dan kompetitif.
MAS turut mengusulkan pelonggaran terhadap sejumlah praktik yang lazim digunakan di pasar modal Amerika Serikat, tetapi belum sepenuhnya diakomodasi dalam regulasi Singapura. Di antaranya adalah penggunaan pernyataan berorientasi masa depan atau forward-looking statements dalam dokumen penawaran, serta pelaksanaan pembelian kembali saham (share buyback) berdasarkan ketentuan safe harbour. Menurut regulator, adopsi praktik tersebut tetap akan disertai pengamanan yang memadai untuk melindungi kepentingan investor.
Langkah reformasi ini dinilai sejalan dengan rencana pembentukan Global Listing Board oleh SGX. Papan pencatatan khusus tersebut dirancang untuk menarik perusahaan-perusahaan global berkapitalisasi besar yang telah atau akan tercatat di bursa internasional utama, termasuk di Amerika Serikat. MAS menyatakan bahwa perubahan regulasi merupakan fondasi penting agar Global Listing Board dapat beroperasi secara efektif dan kredibel.
Secara terpisah, unit regulasi Bursa Singapura juga membuka konsultasi publik mengenai rancangan aturan pencatatan untuk Global Listing Board. Dalam proposalnya, regulator pasar mengusulkan agar emiten yang melakukan pencatatan diwajibkan mengalokasikan setidaknya 5 persen dari total penawaran saham, atau setara dengan minimal 50 juta dolar Singapura, kepada perusahaan pialang ritel yang ditunjuk. Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan keterlibatan investor ritel lokal dalam penawaran saham berskala global.
Selain itu, emiten diwajibkan menjaga standar keterbukaan informasi yang konsisten antara yurisdiksi. Setiap informasi material, pengumuman korporasi, atau keterbukaan yang disampaikan di Amerika Serikat harus diumumkan secara tepat waktu melalui platform SGXNet. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah asimetri informasi dan menjaga kepercayaan investor di pasar Singapura.
Para pengamat pasar menilai langkah ini sebagai respons Singapura terhadap persaingan yang semakin ketat antar pusat keuangan global. Bursa-bursa utama dunia, seperti Hong Kong, London, dan New York, terus berlomba menarik perusahaan teknologi dan emiten berpertumbuhan tinggi. Dengan menawarkan proses pencatatan yang lebih fleksibel dan selaras dengan standar internasional, Singapura berupaya mempertahankan relevansinya di peta pasar modal global.
Di sisi lain, regulator menegaskan bahwa kemudahan regulasi tidak berarti mengendurkan pengawasan. MAS menekankan bahwa perlindungan investor dan integritas pasar tetap menjadi prioritas utama. Setiap perubahan aturan akan disertai mekanisme pengawasan yang ketat, termasuk kewajiban pengungkapan risiko dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran.
Konsultasi publik ini menjadi tahapan awal sebelum perubahan regulasi diberlakukan secara resmi. MAS mengundang masukan dari pelaku industri, investor, dan masyarakat umum guna memastikan kebijakan yang dihasilkan seimbang antara daya saing pasar dan perlindungan kepentingan publik. Jika disetujui, reformasi ini diperkirakan akan membuka peluang baru bagi perusahaan global untuk mengakses pasar modal Singapura dan Amerika Serikat secara bersamaan.