By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Waspadai Kanker dalam Keluarga, Ini Perbedaan Risiko Herediter dan Familia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Waspadai Kanker dalam Keluarga, Ini Perbedaan Risiko Herediter dan Familia

Kesehatan

Waspadai Kanker dalam Keluarga, Ini Perbedaan Risiko Herediter dan Familia

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
ilustrasi pasien kanker di MRI (foto: Freepik)
SHARE

Pakar onkologi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dua potensi risiko kanker yang berkaitan dengan lingkungan keluarga, yakni kanker herediter dan kanker familia. Pemahaman mengenai kedua jenis risiko tersebut dinilai penting agar langkah pencegahan dan deteksi dini dapat dilakukan secara tepat.

Aru menjelaskan kanker herediter merupakan kanker yang diturunkan secara langsung dari orang tua kepada anak melalui faktor genetik. Dalam beberapa kasus, gen pembawa kanker dapat diwariskan sejak masa kehamilan hingga kelahiran. Jenis kanker ini umumnya memiliki kaitan erat dengan mutasi gen tertentu yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker di kemudian hari.

“Herediter itu hanya 5 sampai 8 persen, 10 persen paling banyak, terutama di kanker payudara ada gen BRCA1, BRCA2 yang sangat populer itu,” kata Aru.

Sementara itu, kanker familia terjadi bukan karena pewarisan gen kanker, melainkan akibat kesamaan lingkungan hidup dalam satu keluarga. Pola hidup, kebiasaan sehari-hari, hingga pola makan yang seragam dalam jangka panjang menjadi faktor utama yang memengaruhi munculnya kanker jenis ini.

Menurut Aru, risiko terjadinya kanker familia justru lebih besar dibandingkan kanker herediter. Hal tersebut disebabkan oleh paparan faktor risiko yang sama secara terus-menerus dalam satu ekosistem keluarga. Pada kondisi ini, orang tua tidak menurunkan gen kanker kepada anak, namun anak memiliki kemungkinan hingga dua kali lipat terkena kanker akibat paparan lingkungan yang serupa selama bertahun-tahun.

Beberapa jenis kanker yang kerap dikaitkan dengan kanker familia antara lain kanker payudara dan ovarium, kanker usus besar atau kolorektal, kanker prostat, pankreas, dan paru-paru, serta kanker tiroid, kulit seperti melanoma, kandung kemih, dan ginjal.

Aru juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini bagi anak yang memiliki riwayat kanker herediter dalam keluarga. Pemeriksaan disarankan dilakukan setidaknya 10 tahun lebih awal dari usia orang tua saat pertama kali didiagnosis kanker.

“Artinya kalau seorang ibu terkena kanker berumur 45 tahun, anaknya berumur 35 tahun sudah harus mulai pemeriksaan. Kalau ibu (kanker) payudara, anaknya pemeriksaan-nya harus lebih cepat 10 tahun, berarti 35 tahun bahkan lebih muda,” kata dia.

Deteksi dini diharapkan mampu menurunkan tingkat keparahan kanker serta memungkinkan penanganan dilakukan sejak stadium awal. Dengan penanganan yang lebih cepat, peluang kesembuhan meningkat dan kualitas hidup pasien dapat tetap terjaga.

Baca Juga :

JABAL RAHMAH MULIA: Sekolah Sultan Prestasi! 97% Lulusan Nembus Kampus Top
Jelang Nataru 2025/26 Polres Purbalingga Gelar Ramp Check & Tes Urine Bagi Sopor Angkutan Umum

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:KankerKeluarga
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Diskon Ramadhan–Idul Fitri, Pusat Belanja di Jakarta Dapat Insentif Pajak
Next Article Lokasi kejadian siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial YBR berusia 10 tahun yang harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis bunuh diri. Ia tinggalkan surat perpisahan untuk ibu. (Foto : Beritasatu.com/Pepy) Tragedi Siswa SD di Ngada, Komisi X DPR Sebut Alarm Keras bagi Negara
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index