By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Gibran Tak Masuk Bursa Cawapres 2029, Pengamat Nilai Arah Politik Jokowi Terancam Berubah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gibran Tak Masuk Bursa Cawapres 2029, Pengamat Nilai Arah Politik Jokowi Terancam Berubah

Politik

Gibran Tak Masuk Bursa Cawapres 2029, Pengamat Nilai Arah Politik Jokowi Terancam Berubah

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
3 Min Read
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat ditemui awak media di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Jumat (29/11/2025). (Foto: Inilahcom)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat ditemui awak media di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Jumat (29/11/2025). (Foto: Inilahcom)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Dinamika politik menuju Pemilihan Presiden 2029 mulai menunjukkan arah baru setelah Partai Gerindra tidak memasukkan nama Gibran Rakabuming Raka dalam bursa calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto untuk periode kedua. Sikap tersebut dinilai sejumlah pengamat sebagai sinyal adanya perubahan konstelasi politik antara Gerindra dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai keputusan Gerindra tersebut dapat dibaca sebagai simbol kemandirian politik partai sekaligus indikasi adanya perbedaan kepentingan dengan Jokowi. Menurutnya, langkah itu menunjukkan bahwa Gerindra tidak ingin lagi dipersepsikan berada di bawah bayang-bayang pengaruh Jokowi dalam menentukan arah politik 2029.

“Sikap Gerindra dapat ditengarai sebagai simbol di pemerintahan bahwa Prabowo tidak ingin terus dianggap direcoki atau tidak mandiri. Ada kesan selama ini kemenangan Prabowo dilekatkan dengan faktor Jokowi. Ini menunjukkan sudah ada perbedaan kepentingan, meski Pilpres masih cukup jauh,” ujar Efriza, Selasa 10 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa Gerindra kemungkinan ingin memperkuat citra independen di mata publik guna mendongkrak popularitas dan elektabilitas partai. Menurut Efriza, langkah tersebut rasional dalam konteks strategi jangka panjang, terutama jika partai ingin menegaskan posisi sebagai kekuatan politik utama tanpa ketergantungan pada figur lain.

Efriza juga menyinggung bahwa dinamika ini tidak terlepas dari situasi citra publik Jokowi dan keluarganya yang disebutnya tengah menghadapi tekanan akibat sejumlah isu yang berkembang. Dalam pandangannya, kondisi tersebut membuat langkah menduetkan kembali Gibran dengan Prabowo menjadi semakin kompleks secara politik.

“Bahkan bisa jadi Jokowi menyadari bahwa Gibran tidak mudah ‘dijual’ pada 2029, apalagi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Tanpa berpasangan dengan Prabowo, kans politik Gibran akan semakin berat,” kata Efriza.

Menurutnya, terdapat kepentingan strategis jika duet tersebut terwujud, termasuk potensi keberlanjutan pengaruh politik keluarga Jokowi dalam jangka panjang. Efriza berpendapat bahwa jika Gibran tidak diusung atau gagal meraih kemenangan, Pilpres 2029 dapat menjadi titik balik berkurangnya pamor politik Jokowi di tingkat nasional.

Lebih jauh, ia menilai bahwa nama Prabowo memiliki daya tarik elektoral yang kuat sehingga menjadi faktor penting dalam kalkulasi politik menjelang 2029. Dalam konteks ini, menurut Efriza, dukungan terhadap Prabowo dapat dimanfaatkan untuk menjaga relevansi politik pihak-pihak tertentu.

Meski demikian, seluruh dinamika tersebut masih berada dalam tahap spekulasi politik, mengingat tahapan resmi Pemilihan Presiden 2029 masih cukup panjang. Namun, sikap Gerindra yang tidak memasukkan Gibran dalam bursa cawapres periode kedua dinilai telah memunculkan sinyal awal perubahan konfigurasi politik nasional.

Baca Juga :

Perjanjian Dagang dengan AS Tidak Menambah Kuota Impor Energi Nasional
Kanada Selamat dari Kekalahan! Marsch Akui Salah, Bosnia Paksa Tuan Rumah Kerja Keras

Ke depan, arah komunikasi politik antarpartai serta strategi masing-masing tokoh akan menentukan peta koalisi dan konfigurasi kandidat menjelang 2029. Situasi ini menunjukkan bahwa konsolidasi kekuatan politik menjelang pemilu mendatang akan berlangsung dinamis dan penuh kalkulasi.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah
Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus
TAGGED:CawapresGibran Rakabuming RakaJoko WidodoJokowi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir bertemu Menteri Belia dan Sukan (Menteri Pemuda dan Olahraga) Malaysia Muhammed Taufiq Johari, Selasa (10/2). (Foto: HO-Kemenpora) Bahas SEA Games 2027 dan Dana Pensiun Atlet, Erick Thohir Perkuat Kolaborasi dengan Menpora Malaysia
Next Article Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi. (Foto: Detikcom) Dugaan Korupsi Ekspor CPO 2022–2024, Kejagung Sebut Kerugian Negara Capai Rp14,3 Triliun
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
HukumTerkini

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

2 weeks ago
HukumTerkini

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

2 weeks ago
Politik

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index