By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Gubernur NTT Dorong ASN Wajib Belanja Produk UMKM di NTT Mart!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gubernur NTT Dorong ASN Wajib Belanja Produk UMKM di NTT Mart!

EkonomiTerkini

Gubernur NTT Dorong ASN Wajib Belanja Produk UMKM di NTT Mart!

Adrian
By
Adrian
6 months ago
Share
5 Min Read
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena (Sumber : antaranews.com)
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena (Sumber : antaranews.com)
SHARE

Inversi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu langkah nyata yang tengah didorong adalah pemanfaatan NTT Mart, gerai khusus produk UMKM, sebagai pusat belanja utama bagi para aparatur sipil negara (ASN) di wilayah tersebut. Langkah ini ditegaskan langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat meluncurkan NTT Mart by Dekranasda Manggarai Barat di Labuan Bajo, Minggu, 21 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, Gubernur yang akrab disapa Melki Laka Lena tersebut menegaskan, ASN harus hadir sebagai motor penggerak penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, keberadaan ribuan ASN di NTT memiliki daya beli yang besar dan dapat menjadi pendorong utama perputaran ekonomi, khususnya untuk pelaku UMKM.

“Pembeli paling utama dari produk UMKM ini adalah ASN. ASN harus menjadi pendorong ekonomi lokal,” tegasnya. Untuk memastikan hal tersebut berjalan efektif, Pemerintah Provinsi NTT tidak hanya mendorong secara imbauan, tetapi menyiapkan payung hukum yang jelas.

Melki Laka Lena menyampaikan, pihaknya tengah menjajaki penetapan regulasi, baik melalui peraturan gubernur, peraturan bupati maupun peraturan daerah, sebagai landasan kewajiban ASN bertransaksi produk UMKM di NTT Mart. “Nanti kami koordinasi dengan otoritas hukum, dengan Kementerian Hukum dan HAM, DPRD, apakah cukup menggunakan peraturan gubernur atau perlu regulasi lainnya,” ujarnya.

Melalui kebijakan ini, setiap ASN diwajibkan melakukan transaksi pembelian minimal sebesar Rp100 ribu. Kebijakan tersebut dinilai realistis dan dapat memberikan dampak signifikan bagi perputaran ekonomi UMKM lokal. Dengan jumlah ASN di NTT yang diperkirakan mencapai 150 ribu orang, Melki Laka Lena optimistis target transaksi bulanan sebesar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar bisa tercapai.

Angka ini diyakini mampu menciptakan multiplier effect yang besar bagi pelaku usaha kecil di NTT, termasuk membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru dan memperkuat stabilitas usaha. “Kalau ASN jumlahnya sekitar 150 ribu orang, maka minimal Rp150 miliar hingga Rp200 miliar bisa berputar hanya dari transaksi di NTT Mart,” jelasnya penuh keyakinan.

Namun demikian, pemerintah tidak tergesa-gesa memberlakukan kebijakan tersebut. Gubernur menegaskan, kewajiban ASN berbelanja akan diterapkan jika seluruh fasilitas dan kesiapan gerai NTT Mart telah optimal. Pemprov ingin memastikan ketersediaan barang mencukupi, kualitas produk terjaga, serta distribusi berjalan dengan baik.

“Tapi kami pastikan sebelum peraturan berlaku, kami sudah mulai. Di lingkup Pemprov NTT sudah ada kewajiban membeli produk NTT Mart, dan ini telah diketahui para pimpinan OPD,” ujarnya. Keberadaan NTT Mart sendiri merupakan bagian dari program inovasi Pemprov NTT yang bertujuan mempermudah pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka.

Baca Juga :

6 Lembaga yang Paling Terdampak Efek Domino Ransomware PDN, Ini Daftarnya
Marshmallow Halal Kok Ada BABI-nya? BPOM & BPJPH Bongkar Skandal Makanan

NTT Mart menjadi wadah bagi berbagai produk lokal seperti makanan olahan, produk kerajinan tangan, kain tenun, minuman, serta berbagai hasil produksi kreatif masyarakat NTT. Di Labuan Bajo, NTT Mart yang baru diluncurkan tersebut menjadi gerai ke-10 dari target total pembangunan gerai di seluruh kabupaten/kota di NTT.

Pemerintah menargetkan 22 gerai dapat terbangun hingga akhir 2025 agar penyebaran akses pemasaran UMKM merata di seluruh wilayah. “Program ini harus jalan cepat. Kita bagi tim, dan kita selesaikan wilayah-wilayah yang tersisa dalam waktu dekat sebelum 31 Desember, sehingga tahun ini bisa kita tutup dengan NTT Mart berdiri di seluruh NTT,” tegas Gubernur.

Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui sektor UMKM. Dengan adanya jaringan gerai yang luas, pelaku UMKM tidak lagi terkendala akses pasar, sementara masyarakat dan ASN mendapatkan kemudahan memperoleh produk lokal berkualitas.

Selain mendorong kewajiban transaksi bagi ASN, keberadaan NTT Mart juga menjadi sarana peningkatan daya saing UMKM. Pemerintah menyiapkan pola pendampingan, penataan kemasan, peningkatan kualitas produk, hingga standarisasi, agar produk yang dipasarkan tidak hanya laku di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Diharapkan, kebijakan strategis ini tidak hanya menjadi program formalitas, tetapi benar-benar mampu membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh ASN serta sinergi pemerintah dan pelaku UMKM, Nusa Tenggara Timur diharapkan mampu menunjukkan kemandiriannya dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui kekuatan produk daerah sendiri.

You Might Also Like

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
TAGGED:ASNBelanjaGubernurNTT MartProduk UMKM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Grit vs IQ: Mana yang Lebih Penting Buat Sukses di Era Modern?
Next Article Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI) menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (20/12/2025) (Sumber : antaranews.com) FKMPI Bantu Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index