By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Pakar UGM Dukung Impor Tabung CNG: “Kalau Nunggu Produksi Lokal, Bikin Untung Mafia LPG”
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pakar UGM Dukung Impor Tabung CNG: “Kalau Nunggu Produksi Lokal, Bikin Untung Mafia LPG”

EkonomiTerkini

Pakar UGM Dukung Impor Tabung CNG: “Kalau Nunggu Produksi Lokal, Bikin Untung Mafia LPG”

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 weeks ago
Share
4 Min Read
Rencana pemerintah mengimpor tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram dari China didukung pengamat sebagai strategi taktis untuk mempercepat transisi energi nasional dan memutus ketergantungan terhadap LPG impor yang selama ini membebani devisa negara. (Foto, Dok/PT Gagas Energi Indonesia)
SHARE

JAKARTA — Wacana impor tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram dari China menuai sorotan publik. Namun di balik kritik tersebut, sejumlah kalangan menilai langkah pemerintah justru merupakan strategi taktis untuk mempercepat transisi energi nasional dan memutus ketergantungan terhadap LPG impor yang selama ini membebani devisa negara.

Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menegaskan impor tabung pada tahap awal bukan persoalan besar selama program konversi dari LPG ke CNG bisa segera berjalan.

“Kalau untuk tahap awal tabungnya masih harus diimpor saya kira ya enggak masalah, yang penting jalan dulu gitu ya. Nanti pada saatnya bisa diproduksi sendiri tabungnya di Indonesia,” kata Fahmy kepada media, Selasa (19/5/2026).

Menurut Fahmy, logika efisiensi nasional harus dikedepankan. Jika pemerintah memaksakan pembangunan industri tabung tekanan tinggi dari nol di dalam negeri, proses migrasi energi rumah tangga diperkirakan bisa molor bertahun-tahun. Kondisi tersebut justru dinilai hanya memperpanjang ketergantungan Indonesia pada impor LPG.

Ia mengingatkan, selama ini sekitar 70 persen kebutuhan LPG 3 kilogram masih bergantung pada impor. Di sisi lain, subsidi LPG terus membengkak dan menguras APBN setiap tahun.

Sebaliknya, Indonesia memiliki cadangan gas bumi melimpah yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi CNG nasional.

“CNG ini bahan dasar gasnya lebih murah sehingga ini bisa hemat devisa, bisa hemat subsidi. Kalau itu kemudian masih mengimpor tabungnya saya kira ya enggak apa-apa sebagai tahap awal. Komponen utamanya kan dari gas alam, dan gas alam kita mempunyai berlimpah ruah,” jelasnya.

Pemerintah sendiri tengah mematangkan implementasi penggunaan CNG sebagai substitusi LPG impor. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemanfaatan CNG untuk sektor hotel, restoran hingga MBG sudah berjalan.

“Ya, seperti saya laporkan pertama, menyangkut dengan CNG ya. Itu untuk 12 kilo sama 20 kilo lebihnya kan sudah jalan. Di hotel-hotel, restoran, di MBG itu sudah jalan,” ujar Bahlil usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, pekan lalu,

Baca Juga :

Profil Bung Towel, Sering Kritik Sepak Bola Indonesia Ternyata Seorang Jurnalis
Hindari Tidur Setelah Makan Sahur, Ini Bahayanya untuk Kesehatan

Untuk tabung setara 3 kilogram bagi rumah tangga, pemerintah masih melakukan pengujian keamanan karena tekanan gas mencapai 250 bar.

“Nah, 3 kilogram ini daya tekanannya kan besar, 250 bar. Jadi ini harus dicek dulu. Kalau sudah lolos uji, baru bisa kita luncurkan,” jelas Bahlil.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman memastikan tabung tahap awal memang akan diimpor dari China karena teknologi tabung Tipe 4 ukuran kecil belum diproduksi massal secara luas di dunia.

“Nah, untuk memesan material barangnya ini, kita tidak boleh pesan sedikit, harus banyak. Minimum order sekitar 100 ribuan. Makanya, kalau ada yang bertanya kok belum dibuat? Ya, memang harus di-order 100 ribu unit atau lebih baru bisa diproduksi,” ujar Laode.

Pemerintah menargetkan pemesanan perdana dilakukan dalam tiga bulan ke depan sebelum masuk tahap uji coba nasional.

Meski harga tabung CNG relatif mahal karena material khusus, pemerintah memastikan penghematan jangka panjang jauh lebih besar dibanding terus bergantung pada LPG impor.

“Subsidi bisa berkurang 30 sampai 40 persen karena efisiensi penggunaan gas bumi kita sendiri,” pungkas Laode.

You Might Also Like

Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi
Palu Berduka Lagi, Jangan Biarkan Sulawesi Tengah Berjuang Sendiri
Bertanding Dalam Kondisi Tertindas, Iran Pantang Tumbang
Duel Legenda Berakhir Imbang! Lukaku dan Mo Salah Sama-sama Bersinar
Arab Saudi Jaga Gengsi Asia! Tahan Uruguay di Pentas Piala Dunia
TAGGED:Compressed Natural Gas (CNG)Fahmy RadhiMenteri ESDMPengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM)
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pengamat: Penyesuaian BBM Non-Subsidi Wajar Mengikuti Pasar, APBN Fokus Lindungi Rakyat Kecil
Next Article Bahlil-Rosan-Purbaya Kompak Temui Kadin China, Sinyal RI Tak Anti Investor
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik

Konflik AS-Iran Mereda, Menkeu Sebut APBN Berpeluang Lebih Longgar

Gaya Sultan, Mental Subsidi? Netizen Semprot Pengeluh Pertamax

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027

Stok Beras Indonesia Melimpah, Pedagang Diingatkan Jangan Mainkan Harga

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Spanyol Tertahan, Beban Favorit Juara Kini Menggunung

8 hours ago
InternasionalPildun 2026Terkini

Die Mannschaft Hajar Debutan Curacao 7-1, Empat Kali Juara Dunia Tebar Ancaman

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Jepang Bikin Belanda Ketar-Ketir, Eropa Kini Punya Ancaman Baru!

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Perbedaan Kasta Bicara! Swedia Hancurkan Tunisia Tanpa Ampun

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index