By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kuliah Sambil Dibayar, Pemerintah Tawarkan Jadi Pekerja Migran, Tertarik?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kuliah Sambil Dibayar, Pemerintah Tawarkan Jadi Pekerja Migran, Tertarik?

Terkini

Kuliah Sambil Dibayar, Pemerintah Tawarkan Jadi Pekerja Migran, Tertarik?

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengajak generasi muda untuk berani merantau ke luar negeri menjadi pekerja migran. Selain mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi, bekerja di luar negeri juga memberi kesempatan untuk belajar banyak hal baru, membangun jejaring, dan memperluas pengalaman hidup.

Contents
Gaji Fantastis dan Peluang LuasTips Sukses Jadi Pekerja Migran1. Hargai Budaya Setempat2. Kuasai Bahasa Asing3. Kelola Keuangan dengan BijakEdukasi dan Pendampingan Calon Pekerja MigranJadi Pekerja Migran, Kenapa Tidak?

Menurut Karding, bekerja di luar negeri alias pekerja migran seperti kuliah sambil dibayar. Anak muda akan memperoleh ilmu baru, pengalaman kerja nyata, teman lintas negara, dan tentu saja gaji yang jauh lebih besar daripada rata-rata penghasilan di dalam negeri.

“Bekerja di luar negeri itu ibarat kuliah sambil dibayar. Ilmunya bertambah, pengalaman dan teman baru didapat, dan gajinya jauh lebih besar,” kata Karding, Rabu (16/7/2025).

Gaji Fantastis dan Peluang Luas

Gaji besar pekerja migran.

Karding mengungkapkan bahwa menjadi pekerja migran bukan hanya tentang mencari uang, tetapi juga tentang memperkaya diri dengan pengalaman hidup yang tak ternilai.

Ia mencontohkan, gaji perawat di Jepang bisa mencapai Rp25 juta per bulan, sementara di Jerman bahkan lebih tinggi lagi, antara Rp30 juta hingga Rp50 juta. Tidak hanya sektor kesehatan, peluang serupa terbuka di bidang industri, perikanan, hingga hospitality (perhotelan dan pariwisata).

Kesempatan ini terbuka lebar bagi anak muda Indonesia yang mau belajar, beradaptasi, dan berani melangkah.

“Jangan hanya lihat uangnya, tapi juga lihat pengalaman dan ilmu yang didapat. Itu bekal berharga untuk masa depan,” tambah Karding.

Tips Sukses Jadi Pekerja Migran

Meski peluang menjanjikan, Menteri Karding mengingatkan pentingnya menjaga sikap, etika, dan mental saat bekerja di luar negeri.

1. Hargai Budaya Setempat

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus menyesuaikan diri, menghormati budaya setempat, patuh aturan, dan menjaga nama baik Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga :

Virgoun Ancam Polisikan Balik Inara Rusli dan Tenri Anisa
WFH Bergilir dari BGN! Efisiensi BBM & Layanan Publik Tetap Optimal

Setiap negara memiliki budaya kerja dan norma sosial yang berbeda. Kemampuan beradaptasi menjadi kunci sukses bagi pekerja migran Indonesia.

2. Kuasai Bahasa Asing

Karding juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing secara praktis, bukan hanya hafalan teori. Bahasa menjadi jembatan komunikasi di tempat kerja.

“Bahasa itu kunci utama. Kalau tidak menguasai, bisa salah paham dengan atasan atau rekan kerja,” ujarnya.

3. Kelola Keuangan dengan Bijak

Satu lagi yang tak kalah penting adalah perencanaan keuangan. Banyak pekerja migran yang pulang kampung tanpa hasil karena gaya hidup konsumtif keluarga.

“Orang kaya bukan yang bergaji besar, tapi yang bisa mengelola keuangannya dengan bijak. Jangan sampai kerja keras bertahun-tahun habis begitu saja,” pesan Karding.

Edukasi dan Pendampingan Calon Pekerja Migran

Dalam kuliah umum di UIR, Menteri Karding juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian P2MI dengan Universitas Islam Riau.

Kerja sama yang ditandatangani bersama Rektor UIR, Admiral, ini mencakup program edukasi, pelatihan, dan pendampingan bagi calon pekerja migran.

Melalui kerja sama ini, Karding berharap generasi muda Indonesia mampu tampil sebagai tenaga kerja profesional, kompeten, dan bermartabat di kancah internasional.

“Kita ingin anak muda Indonesia dikenal sebagai tenaga kerja yang hebat, profesional, dan bisa jadi teladan,” tutup Karding.

Jadi Pekerja Migran, Kenapa Tidak?

Fenomena youth mobility alias mobilitas anak muda ke luar negeri sudah menjadi tren global. Di era keterbukaan informasi dan globalisasi seperti sekarang, anak muda Indonesia seharusnya tidak takut mencoba peruntungan di negara lain.

Selain menambah pengalaman hidup, bekerja di luar negeri juga memperluas jejaring internasional dan membuka peluang karier yang lebih baik di masa depan.

Jadi, sudah siap untuk kuliah sambil dibayar seperti kata Menteri Karding? Yuk, siapkan mental, keterampilan, bahasa, dan rencana keuangan sejak dini!***

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:MahasiswaPekerja Migran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ribuan Mahasiswa Ikut Ekspedisi Patriot untuk Mengubah Wajah Daerah Terpencil
Next Article Ini Alasan Lagu Daerah Masih Bisa Diterima Generasi Muda
1 Comment
  • Pingback: Peluang Kerja ke Jepang untuk Anak Muda, Gaji Tinggi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pendidikan

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index