By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Scroll Terus Tapi Nggak Bahagia? Mungkin Kamu Kena ‘Digital Fatigue’
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Scroll Terus Tapi Nggak Bahagia? Mungkin Kamu Kena ‘Digital Fatigue’

Kesehatan

Scroll Terus Tapi Nggak Bahagia? Mungkin Kamu Kena ‘Digital Fatigue’

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di era serba digital seperti sekarang, tidak ada yang aneh jika kita menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Mulai dari bekerja, belajar, hingga mencari hiburan, semua dilakukan lewat gadget.

Namun, pernahkah kamu merasa semakin sering scroll media sosial, justru perasaanmu makin kosong? Kalau iya, bisa jadi kamu sedang mengalami digital fatigue.

Digital fatigue atau kelelahan digital adalah kondisi saat seseorang merasa mental dan emosionalnya terkuras akibat paparan digital yang berlebihan. Fenomena ini kini semakin umum, terutama di kalangan anak muda yang aktivitasnya nyaris tak bisa lepas dari dunia digital. Ironisnya, semakin sering kita terhubung, justru semakin mudah merasa lelah, cemas, bahkan terisolasi.

Dalam beberapa kasus, gejala digital fatigue bisa muncul secara perlahan. Kamu mungkin mulai merasa cepat bosan saat menonton video, kehilangan semangat saat membuka chat, atau bahkan merasa cemas saat ponselmu sepi notifikasi. Rasa FOMO (fear of missing out) justru makin menguat, padahal yang kamu lihat di media sosial sering kali hanyalah versi terkurasi dari hidup orang lain.

Menurut beberapa psikolog, kelelahan digital terjadi karena otak terus dipaksa menerima informasi tanpa jeda. Setiap scroll adalah rangsangan baru, setiap swipe membuka kemungkinan kejutan dan itu bisa sangat melelahkan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi fokus, kualitas tidur, bahkan produktivitas harian.

Fenomena ini juga diperparah oleh budaya hustle dan koneksi tanpa henti. Banyak orang merasa harus selalu online, takut dianggap tidak responsif atau kurang update. Padahal, tubuh dan pikiran kita butuh istirahat. Butuh waktu untuk tidak melihat layar, untuk kembali mengenali dunia nyata, yang sering kali kita abaikan karena terlalu sibuk dengan layar.

Kabar baiknya, digital fatigue bukan kondisi permanen. Kesadaran adalah langkah awal. Cobalah perhatikan kembali seberapa sering kamu membuka gawai tanpa alasan jelas. Apakah benar kamu sedang butuh hiburan, atau hanya sekadar mengisi kekosongan?

Menjaga jarak sejenak dari dunia digital bukan berarti kamu tertinggal. Justru itu bisa jadi langkah penting untuk kembali merasa utuh dan hadir sepenuhnya di dunia nyata. Karena kadang, untuk merasa bahagia, kamu hanya perlu berhenti scrolling dan mulai hidup.***

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:Media Sosial
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jakarta Sinfonietta Rayakan 10 Tahun Perjalanan Musik Klasik Berkualitas
Next Article Mengenal ‘Emotional Rollercoaster’ Gen Z yang Bikin Mood Naik Turun Setiap Hari
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

4 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Internasional

Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index