JAKARTA, INVERSI – Lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, lumpuh akibat banjir yang terjadi sejak Kamis dini hari. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas jalan tersebut dan menggunakan jalur alternatif guna mengurangi kepadatan serta mencegah kemacetan yang semakin parah.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat Sudarmo menyampaikan bahwa kondisi lalu lintas di sepanjang Jalan Daan Mogot tidak memungkinkan untuk dilalui secara normal.
“Masyarakat diimbau mencari jalur alternatif lainnya untuk menghindari kemacetan,” ujar Sudarmo di Jakarta, Kamis.
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta Barat sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari. Curah hujan tinggi menyebabkan Kali Mookervart meluap dan menggenangi badan jalan di sejumlah titik.
Akibatnya, dua arah lalu lintas terdampak, baik dari Cengkareng menuju Grogol maupun dari arah sebaliknya.
Baca Juga : https://inversi.id/tanggul-kali-pecah-ratusan-rumah-terendam-di-rawa-buaya-jakarta-barat/
Genangan air terpantau cukup tinggi di beberapa lokasi. Di sekitar Halte Jembatan Gantung, ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter, sementara di sekitar Halte Transjakarta Taman Kota genangan berkisar 15 sentimeter. Kondisi ini memaksa pengendara roda dua dan roda empat untuk menghindari lajur terdalam dan mencari sisi jalan yang relatif lebih dangkal.
Namun, tingginya volume kendaraan membuat upaya pengendara untuk berpindah lajur justru memicu penumpukan. Di depan Apartemen Victoria, sejumlah pengendara sepeda motor terlihat melawan arus dengan memanfaatkan jalur busway ke arah Grogol. Tindakan ini menambah kerawanan dan memperlambat arus kendaraan di kedua sisi jalan.
Di jalur sebaliknya, antrean kendaraan mengular hingga sekitar lima setengah kilometer. Kemacetan dilaporkan memanjang dari kawasan Halte Pulo Nangka hingga mendekati Gedung Mayora di Kalideres. Kendaraan nyaris tidak bergerak karena genangan air menutup sebagian besar badan jalan.
Kemacetan parah juga terjadi di perempatan lampu merah Cengkareng. Banyak pengendara sepeda motor memilih berputar balik, bahkan melawan arah, untuk mencari jalur alternatif. Situasi tersebut memperparah kepadatan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Pihak kepolisian bersama petugas terkait terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di lokasi terdampak. Polisi juga mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri melintas di area banjir, mengingat risiko kendaraan mogok dan potensi bahaya lainnya.
Sudarmo menegaskan bahwa imbauan untuk mencari jalur alternatif bersifat sementara hingga kondisi genangan surut dan arus lalu lintas kembali normal. Kepolisian juga meminta masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi lalu lintas.
Banjir yang melumpuhkan Jalan Daan Mogot kembali menyoroti kerentanan kawasan tersebut terhadap genangan saat hujan lebat. Selain berdampak pada mobilitas warga, kondisi ini juga menimbulkan kerugian waktu dan meningkatkan tekanan pada ruas jalan alternatif di sekitarnya.
Masyarakat diharapkan tetap waspada, merencanakan perjalanan dengan cermat, dan menghindari titik rawan banjir. Dengan kerja sama antara pengendara dan petugas, diharapkan dampak kemacetan dapat diminimalkan hingga kondisi kembali kondusif.
Baca Juga : https://inversi.id/jangan-nekat-terobos-banjir-ini-risiko-tersembunyi-mobil-listrik/